Tren Investasi Kota Surabaya Masih Stabil di Tengah Pandemik VirusCorona

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya, M Taswin (kedua kanan) dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Surabaya Yusron Sumartono (kedua kiri) saat menggelar konferensi pers tentang imbauan layanan online untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, di Gedung Humas Pemkot, Surabaya
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya, M Taswin (kedua kanan) dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Surabaya Yusron Sumartono (kedua kiri) saat menggelar konferensi pers tentang imbauan layanan online untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, di Gedung Humas Pemkot, Surabaya
SURABAYA-SUREPLUS: Tren investasi kawasan Kota Surabaya pada kuartal I tahun ini, masih cukup baik di tengah pandemik virus corona yang dinilai cukup mengganggu perekonomian di banyak wilayah. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya, M Taswin menjelaskan hingga pertengahan Maret ini realisasi investasi di Surabaya mencapai sekitar Rp 10 triliun.

"Jumlah Rp 10 triliun itu sama dengan realisasi investasi pada kuartal I/2019. Sekarang saja masih pertengahan Maret, berarti masih ada potensi hingga kuartal I berakhir," ungkap Taswin, saat jumpa pers, di Gedung Humas Pemkot Surabaya, Selasa (17/3/2020).

Taswin mengungkapkan, isu virus corona yang telah berlangsung dalam 3 bulan terakhir ini, termasuk  di Indonesia ternyata cukup memberikan pandangan pada masyarakat, untuk segera melakukan pengajuan perizinan usaha melalui sistem online yang sudah disiapkan pemerintah sejak beberapa tahun lalu.

"Sebenarnya adanya isu corona, masyarakat Surabaya sudah paham bahwa tetap bisa mengajukan izin lewat online. Baik yang datang ke kantor perizinan di Siola lewat online mandiri maupun yang online dari rumah, rata-rata mencapai 500 izin yang masuk per hari," ujarnya.

Menurutnya, masyarakat cukup melakukan pengajuan izin dari rumah melalui Surabaya Single Window (SSW) yang di dalamnya terdapat 142 izin yang diterbitkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bahkan, lanjutnya, apabila sudah diterbitkan masyarakat bisa mencetak sendiri surat izinnya karena setiap izin yang dikeluarkan memiliki barcode sehingga tidak bisa diduplikasi.

"Pada tahun lalu, Surabaya merealisasikan nilai investasi sekitar Rp64 triliun. Untuk investasi paling banyak, bergerak di bidang perdagangan dan jasa termasuk cafe dan restoran yang kontribusinya mencapai lebih dari 50%," kata Taswin.

Kendati demikian, pada tahun 2019 jumlah perizinan yang dikeluarkan Pemkot Surabaya yakni sebanyak 100.000 izin. Angka ini meningkat jika dibandingkan izin pada 2018 yang masih di bawah 100.000 izin.

"Tahun ini harapan kami targetnya bisa di atas Rp64 triliun sambil melihat kondisi juga, karena sebenarnya peningkatan investasi juga terjadi karena kecepatan layanan," tutup Taswin.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar