RSUA Pantau Dua Orang WNI di Surabaya Terkait Covid-19






[caption id="attachment_16468" align="aligncenter" width="678"] Konferensi Pers Alfian Nur Rosyid selaku Ketua Satgas Corona Rumah Sakit UNAIR (kiri) dan Nasronudin selaku Direktur Rumah Sakit UNAIR (kiri kedua) beserta jajarannya di Rumah Sakit Universitas Airlangga Kampus C.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Merebaknya virus corona (covid-19) yang terdeteksi di Indonesia, berdampak pada kepanikan yang terjadi di masyarakat. Kepanikan itu merupakan akibat dari terjadinya penerimaan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Untuk meluruskan kabar tersebut, Rumah Sakit Universitas Airlangga segera mengambil tindakan terkait data pasien. Alfian Nur Rosyid selaku Ketua Satgas Corona Rumah Sakit UNAIR menyatakan, saat ini ada dua orang Warga Negara Indonesia dengan status ODP (Orang Dalam Pemantauan). Kedua orang tersebut dinyatakan ODP, lantaran mengalami keluhan demam, batuk, dahak, dan sesak.

“Satu orang mengalami keluhan setelah melakukan perjalanan jauh keluar negeri, sedangkan satu pasien lainnya pernah berinteraksi dengan orang di sekitarnya yang terindikasi penyakit tersebut,” ungkap Alfian saat jumpa pers di Kampus UNAIR, Jumat (13/3/2020).

Alfian mengungkapkan, melihat hasil foto rontgen dua orang dengan status ODP tersebut, tidak ada gambaran pneumonia, sehingga tidak perlu melakukan swab tenggorokan. Meski begitu, keduanya harus tetap melakukan perawatan dengan proses isolasi di RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) hingga kondisinya membaik.

“Pemeriksaan tersebut akan dipastikan 7 hari setelahnya,” ujarnya.

Kendati demikian, akibat kepanikan yang terjadi di masyarakat, kunjungan masyarakat ke Crisis Center hingga saat ini kurang lebih 40-50 orang.

"Mereka yang datang akan dilakukan proses screening untuk diketahui kondisinya. Jika mereka tidak terindikasi maka akan diberikan edukasi terkait pencegahan virus tersebut," tutup Alfian.[DEWID/DM]




Posting Komentar

0 Komentar