Risma: Surabaya Tidak Akan Lockdown, Karena Itu Kita Lakukan Pencegahan

[caption id="attachment_16502" align="aligncenter" width="739"] Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini rakor bersama stakeholder bahas pencegahan virus COVID-19, di Graha Sawunggaling.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mengklaim tidak akan melakukan lockdown terkait penyebaran virus korona. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berpendapat apabila Surabaya melaksanakan Lockdown, dari pihak luar dinilai bakal berdampak negatif bagi perekonomian kota.

"Saya sampaikan lockdown enggak akan. Untuk itulah kita lakukan langkah pencegahan ini dengan membuat protokol supaya tidak lockdown," ungkap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai rapat koordinasi di Graha Sawunggaling, Senin (17/3/2020).

Risma mengungkapkan, jajarannya dapat membuat protokol sendiri di masing-masing wilayah. Sehingga (bentuk) penularannya bisa dicegah. Ia mencomtohkan bila ada salah satu pegawai yang suhu tubuhnya meninggi, secara kesadaran sendiri sebaiknya tinggal di rumah.

Menurutnya, kebijakan lockdown akan mengancam perekonomian sebagian warga Kota Surabaya. Sebab tidak semua orang yang bekerja menerima upah bulanan.

"Bisa kolaps. Itu kan bahaya kalau kita tidak ikuti. Kan tidak semua orang dapat (upah) nya bulanan, ada yang harian dan sebagainya," ujarnya.

Karena itulah, ia meminta warga Surabaya untuk mematuhi segera protokol yang telah dibuat di setiap instansi atau kantor masing-masing. Pasalnya, hal ini akan sangat membantu dalam mencegah penularan virus itu.

"Mari kita hadapi ini bersama-sama. Warga juga tidak perlu khawatir dengan kebutuhan pokoknya sehari-hari, karena kami juga terus melakukan pasar murah untuk mencukupi kebutuhan warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penere (penyakit infeksi emerging dan re-emerging) RSUD Dr Soetomo, Dr Sudarsono menyatakan, langkah-langkah yang diambil Pemkot Surabaya sudah sangat bagus untuk mencegah penularan Covid-19 itu.

"Ini gerakan-gerakan yang bagus dan strategis. Kalau nanti sudah terbentuk protokol-protokolnya, maka warga harus bisa mengikuti protocol ini. Gerakan semacam ini dan upaya hidup sehat itu harus dilakukan mulai dari jajaran yang paling tinggi hingga masyarakatnya, sehingga diharapkan kita bisa seperti China yang berhasil menekan penularan Covid-19 ini," tutup Sudarsono.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar