Rektor ITTS: Begitu Dapat Instruksi Wali Kota, Langsung Kami Kerjakan Dalam Semalam

[caption id="attachment_16539" align="aligncenter" width="800"] Rektor ITTS Tri Arief Sardjono saar menjelaskan seputar bilik sterilisasi pesanan Pemkot Surabaya[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Dalam pembuatan sterelization chamber (bilik sterilisasi) yang dipamerkan  oleh tim dari Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), ternyata membutuhkan waktu yang bahkan hanya semalam. Hal ini, lantaran tim ITTS segera bekerja setelah menerima instruksi dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Kamib mengerjakan bilik ini dalam semalam, bahkan tidak sampai. Tapi biaya total dari pembuatan memang belum sempat terhitung, karena memang kami begitu dapat instruksi langsung pergi ke segala tempat buat cari materialnya," ungkap Tri Arief Sardjono, saat menjelaskan sistem kerja alat sterilisasi di kampus ITTS, Sabtu (21/3/2020).

Arief mengungkapkan, selama pengerjaan ia bersama timnya bergerak sembari memikirkan tidak hanya material, namun juga konsep dari bilik tersebut. Ia menghampiri berbagai toko alat bangunan di sekitar Surabaya, dan langsung membagi tugas bersama rekannya untuk menginstalasi ruangan terlebih dulu.

"Kami awalnya menemukan konsep cubical shower, kemudian mencari blower dan humidifier sebagai penghantar uap ke ruangan. Malah sekarang blowernya yang tidak terpakai, dan saat kita menggunakan humidifier, uapnya tidak mengarah keatas malah turun saat diperkecil," ujarnya.

Karena itulah uap air langsung disalurkan melalui alat utama menggunakan humidifier berukuran normal. Pasalnya, saat humidifier yang seharusnya mengangkat uap keatas untuk menyelimuti seluruh badan, justru bergeraknya kebawah saat ukurannya diperkecil dan kemungkinan lain yakni kapasitas uap air yang terlalu berat.

"Ya Insyaallah tidak terlalu mahal total dari biaya keseluruhannya," kata Arief.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa alat ini masih jauh dari kata sempurna. Karena itulah pafa hari Sabtu ia akan membawa alat ini untuk di periksa bersama dengan ibu Wali Kota beserta relaasi kerjasama lainnya untuk beberapa perbaikan.

"Bilik sterilisasi ini bisa dipasang di tempat keramaian, terutama di kantor. Kenapa demikian, karena tidak semua orang bisa stay terus dirumah," tutup Arief. (DEWID)

Posting Komentar

0 Komentar