Pemprov Jawa Timur Akan Segera Realisasikan Program Tis Tas






[caption id="attachment_16446" align="aligncenter" width="512"] Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP BKS) di SMA Trimurti Kota Surabaya.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan segera merealisasikan Program pendidikan gratis dan berkualitas (Tis Tas), berbentuk subsidi SPP yang juga akan disalurkan untuk jenjang pendidikan Madrasah Aliyah (MA). Program ini bakal menyusul program subsidi SPP yang sudah diberikan untuk SMA/SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa subsidi SPP untuk MA akan disalurkan pada tahun ajaran baru 2020/2021 di bulan Juli tahun 2020.

"Hadirnya program ini, akan menjadi bagian penguatan, dorongan dan semangat khususnya untuk orang tua serta siswa untuk bersekolah setinggi-tingginya. Jadi jangan ada alasan tidak sekolah karena tidak punya uang. Apalagi di S1 juga ada beasiswa baik dari Pemerintah," ungkap Khofifah, saat meninjau pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP BKS) di SMA Trimurti Kota Surabaya, Rabu (11/3/2020).

Khofifah mengungkapkan, dengan program Tis Tas akan memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan. Hal tersebut, lantaran dalam satu tahun terbukti program Tis Tas dijalankan, berdasarkan rilis BPS Jawa Timur, rata-rata lama sekolah di Jawa Timur meningkat. Tepatnya yaitu dari 7,34 saat pertama Khofifah menjabat, menjadi 7,59.

Menurutnya, hal tersebut berarti pada saat pertama Khofifah menjabat, rata-rata siswa drop out di kelas 2 SMP semester 1. Namun dalam setahun terakhir sejak Tis Tas dilakukan dan sekolah gratis diterapkan, rata-rata lama sekolah meningkat yaitu drop out siswa menjadi kelas 2 SMP semester 2.

"Karena itulah, kami memberikan kesempatan yang lebih besar masyarakat untuk mengakses pendidikan, termasuk memperluas jangkauan penerima subsidi SPP di jenjang Madrasah Aliyah. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan, dan berbagai upaya yang kita lakukan harus didorong agar terwujud pendidikan yang gratis dan berkualitas," ujarnya.

Ia meminta, supaya para orang tua dan siswa terus bersemangat dalam memperoleh pendidikan. Bagi orang tua yang memiliki anak yang masih SMP yang akan naik ke SMA/SMK/Aliyah, sudah tidak perlu khawatir lagi. Pasalnya, Pemprov Jatim telah mengalokasikan 34,6 persen dari total APBD tahun 2020 untuk program pendidikan.

"Karena setelah itu masih ada program beasiswa S1 dari pemerintah pusat bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," kata Khofifah..

Dirinya menjelaskan, dengan mengalokasikan dana APBD Jatim sebesar 34,6 persen untuk pendidikan, pihaknya berharap semuanya akan berseiring dengan upaya meningkatkan SDM yang unggul, meningkatkan daya saing, dan SDM berkualitas.

Kendati demikian, menyoal ujian sekolah mantan Menteri Sosial ini menyampaikan, bahwa pada tahun ini musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS), masih mempercayakan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk membuat soal dan teknik pelaksanaan USP BKS.

"Pada dasarnya kita siap untuk mengkoordinasikan apa yang menjadi kesepakatan. Tahun depan ada format dimana Kementerian Pendidikan akan menyiapkan asesment kompetensi minimal atau survey karakter sebagai pengganti ujian nasional," tutup Khofifah.[DEWID/DM]





Posting Komentar

0 Komentar