Pemprov Jatim Inisiasikan Misi Dagang dan Investasi di Riau

[caption id="attachment_16409" align="aligncenter" width="700"] Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat inisiasikan misi dagang dan bawa 90 pelaku usaha ke Riau.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melaksanakan Misi Dagang dan Investasi ke Provinsi Riau. Kegiatan temu bisnis bertema 'Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Pemprov Jatim dengan Pemprov Riau' ini diadakan di Hotel Grand Central Pekanbaru.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa misi dagang dan investasi ini adalah salah satu kegiatan yang dihelat dalam rangka mempertemukan pedagang dan pembeli dari Jatim ke Riau dan begitu pun sebaliknya.

"Jadi mereka bisa melakukan transaksi dan penjajakan sendiri. Nantinya mereka bisa lanjut, dan itu akan menguntungkan kedua pihak," ungkap Khofifah, saat memberikan sambutan di Hotel Grand Central Pekanbaru, Jumat (6/3/2020).

Khofifah mengungkapkan, apalagi kondisi ekonomi dunia saat ini sedang terganggu adanya perang dagang Amerika-China, serta mewabahnya efek corona. Pasalnya, kedua hal tersebut berimbas pada pertumbuhan ekonomi dunia, bahkan nasional hingga regional menjadi terkoreksi. Sehingga mau tak mau, pemerintah harus memiliki inisiasi sendiri untuk bertahan dari kondisi tersebut.

"Kita memiliki captive market yang luar biasa. Bila kita segera melakukan inisiasi-inisiasi mempertemukan pedagang dan pembeli dengan menciptakan pasar baru, saya rasa apa yang mereka butuhkan bisa tersupport," ujarnya.

Menurutnya, selama ini ternyata yang dibutuhkan oleh masyarakat bukan melulu tentang perdagangannya, namun soal pemberdayaannya. Seperti contoh, Jatim selama ini cukup besar mensuplai sapi ke Riau. Sehingga, misi dagang dan investasi ini tidak hanya soal transaksi perdagangan saja, tetapi juga menyangkut soal pemberdayaan masyarakatnya juga.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Yan Prana Indra Jaya Rasyid mengatakan, bahwa dirinya berharap temu bisnis dalam Misi Dagang Provinsi Jatim dan Provinsi Riau ini dapat memberi efek positif bagi perekonomian kedua provinsi besar tersebut.

"Apa lagi Riau juga didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, ini sangat menguntungkan untuk menjadi tujuan utama perdagangan dari berbagai daerah, termasuk dari pelaku usaha Provinsi Jawa Timur tersebut," kata Yan Prana.

Nantinya berbagai komoditi unggulan dari Provinsi Jawa Timur, yang dipromosikan dalam kegiatan temu bisnis ini, tentunya akan meningkatkan daya beli masyarakat di Riau. Begitu pun sebaliknya, produk-produk unggulan dari pelaku usaha Provinsi Riau pun dapat dipasarkan di Provinsi Jawa Timur.

"Kita sangat bangga dalam temu bisnis ini pun produk-produk UMKM dari kedua Provinsi di tampilkan juga dalam kegiatan ini," tutur Yan Prana.

Kendati demikian, hal ini akan memberikan efek positif sebagai salah satu upaya kita untuk memasuki pasar global Masyarakat Ekonomi Asia. Sehingga produk-produk UMKM mampu meningkatkan daya saing produknya, termasuk meningkatkan SDM yang menguasai Iptek.

"Tentunya, Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah serta pihak lain (swasta) tidak bisa lepas atau turun tangan dalam memberdayakan UMKM," tutup Yan Prana.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar