Pemerintah Belanda dan Kampus Teknologi Surabaya Lanjutkan Kerjasama di Bidang Maritim

[caption id="attachment_16479" align="aligncenter" width="1240"] Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda Cora van Nieuwenhuizen (kiri) didampingi Rektor ITS Prof Mochamad Ashari meninjau mini exhibition produk inovasi maritim ITS.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menerima kunjungan delegasi pemerintah mancanegara untuk memperluas jaringan kerja sama di berbagai bidang. Saat ini, delegasi dari Belanda yang dipimpin oleh Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air, Cora van Nieuwenhuizen, datang untuk melanjutkan kerja sama dengan ITS, yakni riset kemaritiman dan pengelolaan sampah.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), dan Letter of Intent (LoI) antara pihak ITS dengan sejumlah institusi dan perusahaan terkait dari Belanda. Kali ini, kerjasama berfokus pada bidang riset maritim dan pengelolaan sampah. Lebih lanjut, poin-poin utama kerjasama ini antara lain ada dalam bidang pembuatan kapal, pemeliharaan dan perbaikan kapal, keamanan maritim, dan bidang lain yang selaras dengan kemaritiman.

“Ini merupakan upaya lanjutan atau misi kedua dari Nota Kesepahaman (MoU) yang terjalin antara ITS dan Pemerintah Belanda sebelumnya,” ungkap Rektor ITS, Mochamad Ashari saat sesi wawancara usai penandatanganan MoU di gedung Rektorat ITS, Sabtu (14/3/2020).

Beberapa kegiatan kerja sama ini, antara lain mulai dari diadakannya riset dan edukasi di bidang maritim, kuliah tamu, program magang (internship), hingga pengembangan fasilitas riset.

Sementara itu, Kepala Departemen Transportasi Laut ITS Setyo Nugroho menjelasakan bahwa departemen yang dipimpinnya ini, pernah memperoleh hibah dari Pemerintah Belanda melalui NUFFIC (sebuah organisasi independen nonprofit yang berbasis di Den Haag, Belanda) dalam program Capacity Building in Marine Transportation and Logistics and Research at ITS.

“Capacity Building maksudnya adalah mengembangkan kapasitas dan kemampuan dari suatu departemen agar dapat mengajar dan meluluskan mahasiswanya dengan mutu yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini Departemen Teknik Transportasi Laut ITS memang belum menerima mahasiswa dalam jumlah banyak. Hal itu menjadi bagian dalam upaya mempertahankan mutu dan kualitas lulusan dari Departemen Teknik Transportasi Laut ITS sendiri.

"Tidak berhenti di situ, dengan terjalinnya kerjasama antara ITS dan Belanda, Departemen Teknik Transportasi Laut semakin matang dan berkembang," kata Setyo.

Pernyataan tersebut dibuktikan dengan tahun ini, Departemen Teknik Transportasi Laut telah membantu pendirian departemen yang serupa di Universitas Pattimura, Ambon.

“Peran kami kini meningkat, tidak hanya menerima tapi juga turut membantu perguruan tinggi lain menjadi lebih bagus,” tuturnya.

Kendati demikian, ia juga memiliki ekspektasi yang tinggi dari jalinan kerja sama ini.

"Harapannya pasti bagus karena kerja sama ini memiliki target dan output yang jelas. Pasti akan membawa manfaat tidak hanya untuk Departemen Teknik Transportasi Laut atau ITS, tetapi juga untuk seluruh bangsa Indonesia,” tutup Setyo.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar