Pedagang Pasar Surabaya Merugi di Minggu Terakhir Bulan Ini

[caption id="attachment_16557" align="aligncenter" width="678"] Pasar tradisional Keputran yang mengalami penurunan pembeli lantaran virus Corona[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Sejumlah pedagang di beberapa pasar tradisional Surabaya mengalami kerugian signifikan di minggu terakhir bulan Maret 2020. Merosotnya penjualan ini, lantaran meningkatnya kekhawatiran akan virus Covid 19 dan himbauan Pemerintah untuk tetap berada di rumah.

"Benar-benar turun penjualan, bahkan sehari saja gaada sampai Rp 100 ribu. Orang-orang sekitar sini sudah pada takut menyebarnya virus corona," ungkap Jalaludin, seorang pedagang di pasar tradisional Wonokromo, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di lokasi, Selasa (24/3/2020).

Jalaludin mengungkapkan, sepinya pembeli sebenarmya sudah terjadi sejak minggu ketiga bulan ini. Beberapa pedagang lain juga bahkan memutuskan untuk menutup sementara kiosnya, hingga meredanya pandemi Covid-19 ini.

Senada dengan Jalaludin, pedagang pasar Keputran Surabaya Fitri juga tidak hanya mengalami kerugian, namun juga menipisnya stok terutama bahan-bahan seperti jahe dan kunyit. Ia mengaku kedua bahan tersebut sudah diborong oleh beberapa pembeli.

"Kita juga bingung, soalnya Surabaya kan sudah masuk zona merah, yang berarti semua kegiatan di tempat keramaian pastinya diminimalisir," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga mengeluarkan surat edaran untuk pusat perbelanjaan, baik tradisional maupun modern. Surat edaran itu berisikan imbauan kepada seluruh pasar, pertokoan, pusat perbelanjaan dan toko modern untuk menerapkan standar maksimum kesehatan. Serta upaya pencegahan penyebaran virus corona sesuai dengan protokol pasar dan kawasan perdagangan.

"Ibu Wali minta dibuatkan protap, itu merupakan tindak lanjut tanggal 15 Maret waktu hari Senin (16/3/2020) saat Bu Wali kumpulkan stake holder," kata Kepala Diskominfo M. Fikser.

Kendati demikian, surat edaran itu ditujukan kepada masing-masing pusat perbelanjaan. Seperti PD Pasar diimbau untuk membuat protap. Kedepannya, protap itu akan disebarkan kepada kepala pasar yang ada di Surabaya.

"Jadi pasar tradisional tidak ditutup. Pasar tetap buka, hanya sekarang ada protapnya," tutup Fikser.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar