Mengintip Kisah Keberhasilan Usaha Kuliner Surabaya Baba Rafi

Hendy Setiono, owner bisnis Kebab Turki Baba Rafi yang mendirikan usaha dengan modal Rp 4 juta kini telah memiliki kerajaan bisnisnya sendiri hingga luar negeri
Hendy Setiono, owner bisnis Kebab Turki Baba Rafi yang mendirikan usaha dengan modal Rp 4 juta kini telah memiliki kerajaan bisnisnya sendiri hingga luar negeri

SURABAYA-SUREPLUS: Sukses di usia muda merupakan dambaan setiap insan di dunia, salah satunya di Indonesia. Seperti seorang enterpreuner bernama Hendy Setiono, seorang pengusaha muda asal Surabaya, yang di kenal berkat sebuah produk bisnisnya” Kebab Turki Baba Rafi”.

"Saya mendirikan Kebab Baba Rafi bersama istrinya sejak tahun 2003 silam. Awalnya saya mendapatkan ide bisnis, saat berkunjung ke Negara Qatar yang mana adalah negara di mana ayah saya bekerja pada perusahaan minyak disana," ungkap pria yang lahir pada 30 Maret 1983 ini, saat berada di Surabaya, Minggu (8/3/2020).

Hendy mengungkapkan, dirinya menjumpai banyak penjual kebab disana, dan suatu hari datang ke penjual kebab yang sangat ramai pembelinya. Ia pun membeli kebab itu dan memakannya, Hendy sekilas berfikir dalam hatinya untuk membuka usaha kebab tersebut di Indonesia.

Di tahun 2003, ia mendapatkan satu gerobak untuk bisnis kebabnya yang akan beroperasi di Nginden Semolo, bersama rekannya. Dalam pengolahannya, pria berusia 37 tahun ini memodifikasi rasa dan ukuran kebab mencari inovasi dan variasi baru agar lebih menarik. Ia mengawali bisnisnya dengan modal awal sebesar Rp.4.000.000,- yang dipinjam dari adik prempuannya.

"Saya sampai berhenti kuliah pada semester 4 di Insitut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), jurusan Teknik Elektro tahun 2000-2002. Sebenarnya, kedua orang tua saya tidak setuju atas keputusan saya keluar dari bangku kuliah. Bahkan mereka menganggap proyek saya hanya sebatas iseng-iseng. Tapi saya akan membuktikan kelak akan sukses dan berhasil," ujarnya.

Hingga tahun 2005, usaha kebabnya sudah diwaralabakan dan pendirian PT. Baba Rafi Indonesia sebagai pemegang merek dagang Kebab Turki Baba Rafi. Bahkan sampai saat ini terdata gerai kebabnya mencapai angka 1.200 outlet, didalam dan luar negeri. Ini juga berkat system yang iya terapkan pda bisnisnya yaitu dengan cara franchise.

"Sampai sekarang, saya sudah punya beberapa cabang sampai ke Malaysia, Filipina, China, Sri Langka," kata Hendy.

Kendati demikian, Hendy juga sering mendapatkan penghargaan tentang bisnis seperti, pengusaha terbaik Asia dibawah 25 tahun- oleh Businessweek, pemenang pengusaha Indonesia terbaik 2007- dengan penghargaan professional (IPA), dan masih banyak sekali penghargaan yang ia raih. Itu semua tak luput dari Motto nya LETAM yang bererarti lihat peluang yang ada, evaluasi peluang itu, tirukan cara yang mungkin diadopsi, amati caranya dan lakukan, dan modifikasi cara yang telah dipilih itu.

"Semoga generasi milenial saat ini dapat menciptakan inovasi-inovasi baru kedepanya dan lebih bersemangat untuk mengawali dunia usaha," tutup Hendy.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar