Luncurkan PRUCinta, Prudential Dorong Literasi Asuransi Jiwa Syariah

[caption id="attachment_16461" align="aligncenter" width="620"] Head of Sharia Business Prudential Indonesia, Ari Purnomo dan Head of Product Development Prudential Indonesia, Himawan Purnama saat konferensi pers di Surabaya tentang Prucinta.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kali inimeluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta, dalam memenuhi mengelola kesejahteraan keluarga Indonesia. Salah satu keunggulan produk ini antara lain, yakni santunan meninggal dunia yang Iebih optimal.

"Produk ini kami luncurkan seiring tren permintaan atas produk keuangan berbasis syariah terus bertambah. Maka dari itu, Prudential Indonesia memperluas portofolio perlindungan berbasis syari‘ah untuk semua dengan menghadirkan PRUCinta," ungkap Head of Sharia Business Prudential Indonesia, Ari Purnomo di Surabaya, Kamis (12/3/2020).

Ari mengungkapkan, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jiwa hingga saat ini masih rendah. Melihat data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada 2019, tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2% dibandingkan total Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih tertinggal dari negara-negara Asia lainnya seperti Korea Selatan (8,40%), Jepang (6,2%), dan Tiongkok (2,8%).

Menurutnya, pemahaman pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia, khususnya pada produk-produk asuransi syariah juga minim. Indeks literasi asuransi syariah di Indonesia hanya 2,51% dan inklusi asuransi syariah hanya 1,9%.

“Di antara berbagai guncangan serta masih rendahnya indeks literasi dan inklusi asuransi syariah, kami mengembangkan PRUCinta untuk kebutuhan keluarga akan asuransi tradisional berbasis syariah dengan berbagai manfaat yang menarik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Prucinta memberikan manfaat santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru yang lebih optimal selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama 10 tahun. PRUCinta juga menawarkan manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100% kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan.

“Sebagai produk asuransi jiwa dwiguna berbasis syariah pertama di industri, PRUCinta merupakan perwujudan aspirasi kami untuk menjadi kontributor terkemuka di industri ekonomi syariah Indonesia," kata Ari.

Kendati demikian, mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengklaim, mayoritas masyarakat Indonesia yang memiliki tujuan keuangan fokus semata-mata untuk memenuhi kebutuhan harian mereka, hanya 1,5% yang mempersiapkan dana darurat.  Hal ini sangat berisiko untuk keberlangsungan keluarga.

"Karena jika terjadi sesuatu yang mendesak, seperti contoh musibah kehilangan sumber pendapatan utama, maka jangka waktu ketahanan keuangan mereka relatif lemah. Hampir tiga dari empat orang atau 72,1% mengakui hanya mampu bertahan kurang dari tiga bulan, bahkan sebagian diantaranya tidak lebih dari satu bulan," pungkas Ari.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar