Khofifah Tinjau Penyaluran Dana Desa di Kabupaten Madiun

[caption id="attachment_16362" align="aligncenter" width="620"] Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau penyaluran dana desa di Kabupaten Madiun.[/caption]

MADIUN-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, dalam penyaluran dana desa tahap pertama tahun 2020. Ia memutuskan untuk memantau langsung penyaluran dana desa di dua desa di Kabupaten Madiun, yakni Desa Pule, dan Desa Sidomulyo Kecamatan Sawahan.

"Saya sangat bangga dan mengapresiasi kinerja Pemkab Madiun, serta semua kepala desa di Madiun," ungkap Khofifah, di sela kunjungannya di Madiun, Selasa (3/3/2020).

Untuk Desa Sidomulyo, Khofifah bersama rombongan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung bangunan baru pasar desa, dan kantor BUMDes yang pembangunannya memanfaatkan dana desa.

Sementara di Desa Pule, ia meninjau Taman Pule, taman wisata di tengah area persawahan yang juga menyediakan banyak produk Usaha Kecil Menengah (UKM) khas Madiun. Prestasi Madiun dalam penyaluran dana desa kata dia bukan hanya tingkat provinsi, melainkan terbaik se-Indonesia atau tingkat nasional.

"Pola perencanaan dan penyaluran akan diadopsi Kementerian Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan tetap mengadopsi nama Madiun," ujarnya.

Ia menjelaskan, dana desa di Kabupaten Madiun telah tersalurkan kepada 198 desa dengan total lebih dari Rp65 miliar. Pencairan dana desa dianggap sudah memenuhi syarat administrasi pencairan. Di antaranya mengacu pada Peraturan Bupati Madiun tentang rincian penganggaran dana desa. Masing-masing desa sudah menetapkan Peraturan Desa (Perdes) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2020.

Dirinya juga kembali mengingatkan agar penyaluran dana desa tahap pertama untuk kegiatan padat karya tunai. "Padat Karya Tunai, akan sangat membantu dalam ketahanan ekonomi di desa, karena di situ ada perputaran uang, daya beli mengalami kenaikan, karena ada pekerjaan. Kalau tahap pertama untuk padat karya tunai, baru tahap kedua untuk pemberdayaan," kata Khofifah.

Kendati demikian, Jatim sendiri pada 2020 menerima dana desa sebesar Rp7,65 triliun, naik sekitar Rp213 miliar dari Rp7,44 triliun di tahun 2019. Jumlah tersebut akan disalurkan kepada 7.724 desa. Rata-rata, setiap desa akan menerima Rp700 juta - Rp1 miliar.

"Pemanfaatan dana desa diharapkan bisa menghapus status desa tertinggal di Jawa Timur, yang tercatat masih ada 365 desa. Dana desa juga bisa menjadi stimulus peningkatan status desa mandiri dan berkembang," pungkas Khofifah.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar