Khofifah Tinjau Fasilitas Pencegahan Corona di Kampus Surabaya

[caption id="attachment_16485" align="aligncenter" width="644"] Direktur RS UNAIR Prof Nasronudin (paling kanan), Rektor UNAIR Prof Moh Nasioh (dua dari kanan), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Ketua ITD UNAIR Prof Maria Lucia Inge Lusida (paling kiri), dalam konferensi pers yang diadakan di Kampus UNAIR[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung ke Universitas Airlangga (UNAIR), yang mana menjadi rujukan tes Virus Corona di Surabaya. Mengawali konferensi pers, Rektor UNAIR Mohammad Nasih menyatakan bahwa telah banyak aktivitas penelitian berkaitan dengan adanya virus yang telah dilakukan oleh UNAIR.

"Puncaknya, Presiden RI Joko Widodo memberikan kepercayaan kepada UNAIR, dalam hal ini Institut of Tropical Disease (ITD), untuk bisa melakukan pemeriksaan langsung terhadap Virus Corona," ungkap Nasir, saat jumpa pers di kampus UNAIR, Senin (16/3/2020).

Dalam acara tersebut, Khofifah mengungkapkan rasa bangga yang besar terhadap ITD UNAIR. Pasalnya, salah satu dari tiga lembaga yang diberikan kewenangan pemerintah untuk memeriksa Virus Corona ada di Surabaya.

“ITD merupakan salah satu dari tiga titik, yang ditunjuk untuk bisa menginisiasi tes Virus Corona. Keseriusan kami hadir di sini, artinya bahwa kita bersatu membangun kewaspadaan,” ucap Khofifah.

Menurutnya, pihak pemprov juga mengimbau berbagai instansi untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi secara komprehensif. Baik di instansi pendidikan, layanan perkantoran, pariwisata, dan tempat-tempat umum lainnya. Selain itu, imbauan lainnya yakni agar di tempat-tempat umum itu disediakan tempat cuci tangan, masker yang cukup tersedia, dan juga hand sanitizer.

Pengecekan awal terhadap Virus Corona dilakukan di Rumah Sakit UNAIR. Direktur RS UNAIR Nasronudin, mengatakan bahwa RS UNAIR siap mengantisipasi kehadiran Virus Corona untuk wilayah Jawa Timur.

"RS UNAIR menerima proses skrinning terlebih dahulu terhadap orang yang akan melakukan tes Virus Corona. Tes srinning dilakukan di samping IGD agar lebih optimal dalam pelaksanaannya," kata Nasronudin.

Dari proses srinning itu, akan ditentukan status orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) melalui foto paru-paru yang telah dilakukan.

Kendati jika ditemukan pneumonia, maka pasien harus masuk observasi. Selanjutnya pasien itu masuk kategori PDP. Tindakan selanjutnya adalah dibawa ke ruang isolasi di RS UNAIR UNAIR untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Ruang isolasi yang ada sudah sesuai standar internasional. Ruangan juga dilengkapi peralatan respirator atau alat bantu pernafasan. Hari ini yang datang ke RS UNAIR 20 orang mau periksa secara sukarela. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat makin sadar terhadap kesehatan mereka sendiri,” tutup Nasronudin.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar