Kadisnakertrans Jatim: Pekerja Sektor UMKM dan Informal Harus Terlindungi

[caption id="attachment_16455" align="aligncenter" width="665"] Konferensi pers BP Jamsostek di Hotel Vasa, Surabaya.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo menyatakan di Jawa Timur ada 9 juta lebih pekerja di sektor UMKM yang sudah memiliki BPJamsostek. Namun dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya tercover 10 persennya, padahal pekerja sektor UMKM dan sektor informal ini harus terlindungi.

“Untuk selanjutnya kami akan menertibkan UMKM yang belum mengikut-sertakan karyawannya dalam BPJamsostek. Bentuknya berupa pemeriksaan kepatuhan,” ungkap Himawan, usai menghadiri sosialisasi terkait kenaikan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) di Vasa Hotel Surabaya, Kamis (12/3/2020).

Sementara itu, Direktur Pelayanan BPJamsostek Krishna Syarif menjelaskan manfaat JKK selama ini telah hadir secara lengkap, dan hingga kini manfaatnya semakin baik. Manfaat tersebut diantaranya adalah santunan pengganti upah selama tidak bekerja, yang ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100% untuk 12 bulan dari sebelumnya hanya 6 bulan. Setelah 12 bulan, seterusnya peserta akan mendapatkan pengganti upah sebesar 50% hingga sembuh.

Menurutnya, biaya transportasi bagi peserta yang mengalami JKK juga meningkat yakni untuk angkutan darat dari Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta, angkutan laut dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan angkutan udara menjadi Rp10 juta dari sebelumnya Rp2,5 juta.

“Peningkatan manfaat lainnya yaitu bantuan beasiswa yang kini diberikan kepada dua orang anak sejak masuk taman kanak-kanak (TK), hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah hingga Rp 175 juta,” ujarnya.

Di program JKK, Pemerintah juga menambahkan manfaat berupa perawatan di rumah atau home care sebesar maksimal Rp20 juta untuk maksimal 1 tahun per kasus.

"Selain itu BPJAMSOSTEK juga menanggung biaya pemeriksaan diagnostik, yang dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus Penyakit Akibat Kerja (PAK). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan agar pengobatan dapat dilakukan hingga tuntas," ujarnya.

Kendati demikian, Progam JKM juga mengalami peningkatan manfaat, di mana sekarang total manfatnya menjadi Rp 42 juta atau meningkat sebesar 75% dari sebelumnya.

"Untuk perincian santunan kematian program JKM naik dari Rp 16,2 juta menjadi Rp 20 juta, santunan berkala meninggal dunia dari Rp 6 juta untuk 24 bulan menjadi Rp 12 juta, dan biaya pemakaman naik dari Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta," tutup Khrisna.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar