DPRD Surabaya Tekankan Pada PDAM Untuk Percepatan Layanan

[caption id="attachment_16451" align="aligncenter" width="600"] Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah,saat sidak di lokasi perbaikan pipa di Purimas Gununganyar, Surabaya.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah meminta pihak PDAM untuk mempercepat layanan dan memastikan semua warga Surabaya tak lagi krisis air. Terhitung selama empat hari sebagian besar wilayah Surabaya Timur tak teraliri air, lantaran jaringan pipa PDAM Surabaya bermasalah.

Hal ini terjadi karena jaringan pipa PDAM yang berukuran besar, patah saat ada proyek perluasan Masjid di kawasan Purimas, Gununganyar.

"Semestinya pihak pelaku proyek berkoordinasi dengan PDAM, sebelum pemasangan tiang pancang. Saya mencatat tiga kali proyek di kota ini berdampak pada layana PDAM. Masyarakat yang dirugikan," ungkap Laila saat sidak di lokasi perbaikan pipa di Purimas Gununganyar, Surabaya, Rabu (11/3/2020).

Laila mengungkapkan, sejauh ini dua alat berat masih disiapkan untuk finishing perbaikan pipa. Jaringan air ini pecah saat terkena pemancangan bangunan masjid. Diperlukan waktu tiga hari mengatasi masalah ini.

Menurutnya, ia harus segera memastikan kondisi perbaikan apakah sudah tuntas betul, mengingat air adalah kebutuhan vital warga Surabaya. Laila sendiri pun ternyata ikut menjadi sasaran keluhan warga saat air PDAM mampet.

"Warga banyak mengadu ke saya, baik dari perorangan hingga instansi pendidikan. Pasokan air untuk mandi, cuci, dan wudhu habis," ujarnya.

Ia mengaku sangat menyayangkan respon dari pihak PDAM yang tidak menenangkan, malah justru memberi jawaban normatif dan menjanjikan dalam sehari tuntas, yang ternyata tidak.

"Banyak juga warga yang kesal karena Hotline atau telepon yang disediakan selama ini ternyata tak bisa dihubungi. Di media sosial, PDAM berjanji menuntaskan kerusakan pipa di Purimas. Nyatanya sampai tiga hari baru bisa diatasi Setalah Wali Kota Risma turun tangan," kata Laila.

Kendati demikian, Laila mencatat dua kejadian besar sehingga bikin PDAM mampet. Saat jalan Gubeng Ambles dan pengerjaan proyek Basement Jl Yos Yudarso juga mematahkan pipa besar PDAM.

"Biar tidak terulang kejadian yang sama dan merepotkan warga, utilitas dan jaringan pipa PDAM harus sudah diketahui titiknya sebelum proyek dikerjakan. Harus ada koordinasi pengembang dan pemkot," tutup Laila.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar