Dampak Virus Corona, Mal di Surabaya Kedatangan Sedikit Pengunjung

[caption id="attachment_16524" align="aligncenter" width="640"] Mal Tunjungan Plaza yang sepi pengunjung lantaran virus Covid-19[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Sejumlah pusat perbelanjaan seperti Mal di kota Surabaya tampak sepi, menyusul isu penyebaran virus corona serta imbauan pemerintah untuk membatasi interaksi sosial termasuk menghindari keramaian. Masyarakat Surabaya disinyalir lebih memilih bekerja dan tinggal di rumah untuk beberapa waktu kedepan.

"Untuk saat ini, kami upayakan kios kami tetap buka. Tapi melihat kondisi yang seperti ini kalau berlanjut, minggu depan saya juga libur sementara saja daripada tidak ada pemasukan," ungkap Jeny, salah satu pemilik kios pakaian, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di Tunjungan Plaza, Kamis (19/3/2020).

Jeny mengungkapkan, secara tidak langsung dampak Covid-19 berpengaruh pada penjualan di beberapa kios Tunjungan Plaza. Selain tempatnya, banyak stand seperti makanan dan minuman, aksesoris hingga area permainan hanya dikunjungi tidak lebih dari 50 orang dalam sehari.

Sementara itu, Sutandi Purnomosidi Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, menyatakan bahwa Mall tetap beroperasi normal mulai jam 10.00 sampai dengan 22.00 WIB. Namun memang ada penurunan traffic rata-rata ke mall sampai dengan 30 persen.

"Dampak dari virus corona untuk para pelaku usaha mall berakibat pada penurunan jumlah pengunjung dan penurunan keuntungan bisnis dari para penyewa tenant," ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti jumlah kerugian para pemilik toko yang berada di dalam mall karena terlalu dini untuk mengetahui secara pasti berapa jumlah kerugiannya. Ia menjelaskan, pihaknya masih akan memantau terlebih dahulu besaran penurunan omset untuk setiap tenant.

Beberapa langkah pencegahan penularan virus corona di mall juga akan dilakukan. Langkah tersebut mulai dari Thermal check, social distancing, penyediaan hand sanitizer di concierge mall, serta sanitasi pulic area setiap akhir jam operasional mall meliputi LIFT, ESCALATOR, RAILING, TOILET, dll.

Kendati demikian, beberapa kebijakan menurut Sutandi juga dilakukan kepada para karyawan yang bekerja di mall sebagai langkah antisipasi. “Setiap karyawan masuk kerja juga dilakukan thermal scanning. Jika karyawan tersebut sakit dilarang masuk kerja. Sementara waktu ditiadakan lembur kerja,” tutup Sutandi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar