Bermodal Lendir Bekicot, Mahasiswa Surabaya Ciptakan Pasta Gigi

[caption id="attachment_16397" align="aligncenter" width="600"] Agatha Putri Laam Alif (kiri), anggota tim yang menciptakan inovasi pasta gigi dari lendir bekicot.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas menciptakan inovasi pasta gigi yang terbuat dari lendir bekicot. Mahasiswa ini adalah Fajar Setya Pradhani, Agatha Putri Laam Alif, dan Ya'kub hamdani, yang mengolah bekicot menjadi sebuah pasta gigi bernama "Achadent" yang berguna untuk mencegah karies pada gigi.

"Awal mula ada ide membuat pasta gigi dari lendir bekicot,  berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, sebanyak 88,8 persen orang Indonesia memiliki masalah gigi berlubang," ungkap Agatha, salah satu dari anggota saat diwawancarai reporter Sureplus.id di Kampus STIE Perbanas, Kamis (5/3/2020).

Agatha mengungkapkan, dirinya juga pernah melakukan penelitian soal hewan bekicot, yang mana dalam lendir bekicot ditemukan kandungan senyawa mineral seperti tembaga, zat besi dan zink yang dibutuhkan gigi.

Menurutnya, kandungan tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, yang menyebabkan gigi berlubang. Dalam proses pembuatan, Agatha bersama timnya harus mencari bekicot terlebih dahulu di sekitar rumahnya di daerah Candi, Sidoarjo.

"Setelah terkumpul, bekicot kami bersihkan dengan air, kemudian dibersihkan kembali dengan larutan NaCl sekitar 30 detik. Setelah itu bagian dalam bekicot diberi garam sedikit untuk merangsang lendir agar keluar. Karena kita kan dapatnya dari tempat yang nggak higienis, jadi NaCl ini buat membersihkan. Tapi jangan lama-lama karena kita butuh bekicot yang masih hidup untuk diambil lendirnya," ujarnya.

Setelah lendir terkumpul, lendir diberi larutan etanol untuk melihat lendirnya aktif atau tidak. Apabila lendirnya menguap berarti sudah aktif. Setelah itu, untuk pengawet dan kemudian mengeluarkan busa ketika digosok nantinya.

Ia menjelaskan, disamping lendir bekicot terdapat dua bahan utama lain untuk membuat pasta gigi 3 in 1 ini. Bahan utama tersebut yakni apel hijau untuk mengatasi plak gigi dan daun sirih untuk gigi sensitif dan peradangan. Untuk apel hijau harus di mixing hingga lebih lembut, setelah itu di oven sekitar 30 menit dengan suhu di bawah 500 derajat celcius. Selanjutnya, apel diblender sampai halus dan dikasih minyak permen.

"Kalau untuk daun sirih, pertama diblender terus disaring. Nah yang kita pakai ini endapan dari air yang sudah disaring tadi. Terus kita tambah ekstraknya menggunakan paper mint," kata Agatha.

Setelah bahan diproses satu per satu, tahao selanjutnya adalah dicampur menjadi satu dan ditambahkan natrium bikarbonat, gliserin, sorbitol, dan natrium benzoat. "Nah produk kami ini bisa tahan sekitar 15 bulan, karena pengawet yang kami gunakan minyak permen, bukan NaF (sodium fluoride)," tutur Agatha.

Kendati demikian, ia bersama timnya akan terus mengembangkan produk tersebut dan akan melakukan uji laboratorium untuk mendapatkan hasil terbaik. "Karena kami berharap, produk ini dapat membantu masyarakat mengatasi masalah kerusakan pada gigi. Terus kami juga akan menambah variasi," tutup Agatha.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar