PDPS Berharap Penutupan Sementara Tak Mendadak

Suasana Pasar Surya yang berada di daerah Dukuh Pakis.

SURABAYA-SUREPLUS: Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Kota Surabaya, berharap Pemerintah Kota (Pemkot) tidak mendadak dalam memberlakukan pembatasan jam operasional pasar atau penutupan sementara pasar tradisional di Kota Surabaya, atas dampak upaya meminimalisir penyebaran virus corona.

“Karena memang butuh waktu untuk sosialisasi terlebih dulu. Kenapa begitu, karena pasar adalah displai. Barang dagangan yang dijual di pasar basah di Surabaya adalah produk petani yang berasal dari berbagai daerah,” ungkap Direktur Teknik dan Usaha PDPS, Muhibuddin di Surabaya, Sabtu, 28 Maret 2020.

Muhibuddin mengungkapkan, jika petani sudah telanjur panen dan dibawa ke Surabaya sedangkan pasarnya tutup, maka hal ini juga perlu dipikirkan. Meskipun begitu, hingga saat ini belum ada rencana penutupan pasar, meski pada 23 Maret 2020 lalu, ada undangan rapat koordinasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dengan agenda pembahasan jam buka pasar tradisional.

Menurutnya, PD Pasar Surya tetap menunggu instruksi dan perintah dari Wali Kota Surabaya, lantaran PDPS adalah BUMD milik Pemkot Surabaya.

“Pada rapat koordinasi itu juga disampaikan bahwa Pemprov akan mengirimkan surat pada pemerintah kabupaten/kota. Jadi, posisi kami adalah menunggu keputusan dari Pemkot Surabaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ditengah pandemi ini pihaknya akan tetap waspada, serta berupaya mencegah penyebaran Covid-19. Salah satu upaya tersebut adalah dengan penyemprotan disinfektan di pasar. Selain penyemprotan yang dilakukan oleh tim Pemkot Surabaya, pedagang juga memiliki swadaya penyemprotan mandiri.

“Selain itu, PD Pasar Surya juga mengeluarkan protokol dan imbauan bagi pedagang atau pengunjung pasar. Para pedagang kami imbau memakai masker dan tidak ke pasar jika dalam kondisi sakit. Juga rutin cuci tangan dengan menggunakan sabun di wastafel portable yang sudah ada di pasar-pasar,” kata Muhibuddin.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah, Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan hingga saat ini belum ada rencana penutupan ataupun pembatasan jam operasional pasar.

Kendati demikian, setiap pasar telah menerapkan protokol kebersihan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Ia mengklaim, Pemkot Surabaya terus memaksimalkan upaya preventif mencegah penyebaran Covid-19 seperti menyediakan tempat cuci tangan, cairan pembersih tangan, hingga penyemprotan disinfektan.

“Karena itu kita rutin lakukan sterilisasi dengan cara penyemprotan disinfektan, baik di luar maupun di dalam pasar,” pungkas Agus. (RLS/DEWID)