Kampus Teknologi Surabaya Terapkan Aplikasi Presensi Daring

Tampilan aplikasi MyITS Worktime yang bisa diakses dari rumah untuk presensi kerja secara daring.

SURABAYA-SUREPLUS: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya menciptakan sebuah inovasi untuk tetap mencatat kehadiran sivitas akademika selama bertugas di tengah pandemi virus Corona ini. Inovasi tersebut, adalah aplikasi presensi online untuk mencatat kehadiran dosen dan tenaga kependidikan (tendik) bernama myITS WorkTime dan akan diterapkan mulai hari ini.

“Aplikasi ini mencatat waktu dan lokasi pengguna ketika mulai bekerja sampai ia selesai bekerja, seperti halnya saat absen kehadiran di kantor. Ada juga fitur pencatat pekerjaan apa saja yang dilakukan selama sesi bekerja,” ungkap Umi Laili Yuhana, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI)  saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id di kampus ITS, Senin (23/3/2020).

Umi mengungkapkan, aplikasi ini lahir melalui kerjasama antara DPTSI (Sub Direktorat Aplikasi dan Platform Digital dengan Sub Direktorat Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi) dengan Unit Pengelolaan dan Pengendalian Program (UP3) di bawah Sekretaris Institut.

Menurutnya, tim dari ITS ini juga melakukan koordinasi aktif dengan Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) sebagai penanggungjawab proses pencatatan kehadiran pegawai. Aplikasi yang berperan sebagai pengganti absensi sidik jari di kampus ini rampung dikerjakan dalam dua hari.

“myITS WorkTime memanfaatkan fitur layanan lokasi yang tersedia dalam perangkat komputer maupun ponsel penggunanya. Untuk meningkatkan akurasi deteksi lokasi, pengguna disarankan menggunakan smartphone dan mengaktifkan layanan lokasi (GPS) sebelum memulai kerja dan mencatatkan kehadiran di aplikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk menggunakan fitur absensi daring ini pengguna hanya perlu menekan tombol ‘Mulai Bekerja’ sebelum memulai pekerjaan. Serta tombol ‘Selesai Bekerja’ saat mengakhiri pekerjaan dengan terlebih dahulu memasukkan catatan pekerjaan apa saja yang telah dilakukan selama sesi bekerja.

“Pengguna juga bisa memperbaiki akurasi lokasi yang kurang presisi dengan menekan tombol perbaiki lokasi,” kata Umi.

Kendati demikian, dirinya berharap myITS WorkTime dapat digunakan dengan baik selama masa karantina mandiri berlangsung. Dirinya juga tidak menutup kemungkinan bahwa aplikasi ini dapat dikembangkan untuk memfasilitasi pencatatan kehadiran dosen dan tendik yang bekerja dari jarak jauh untuk ke depannya.

“Soal (pengaplikasian) ini tentunya menunggu arahan bapak Rektor dengan tetap mengikuti aturan kerja dan hal-hal yang ditargetkan,” tutup Umi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana