Ekspor Jawa Timur Meroket di Bulan Kedua Tahun 2020

Ilustrasi – Kegiatan ekspor impor di Jawa Timur.

SURABAYA-SUREPLUS: Ekspor Jawa Timur bulan Februari 2020 mengalami peningkatan yang pesat, sebesar 11,29 persen dibandingkan bulan Januari, yaknu dari 1,80 miliar dolar AS menjadi 2,00 miliar dolar AS. Sementara, dibandingkan Februari 2019 nilai ekspor juga naik sebesar 18,63 persen.

“Kenaikan nilai ekspor ini, karena kinerja ekspor sektor migas dan sektor nonmigas, yang mana keduanya mengalami peningkatan yang cukup drastis,” ungkap Dadang Hardiawan, Kepala Badan Pusat Statistik saat jumpa pers di Gedung BPS Jawa Timur, Rabu (18/3/2020).

Dadang mengungkapkan, jika dibandingkan bulan sebelumnya ekspor komoditas nonmigas naik sebesar 8,30 persen, yaitu dari 1,76 miliar dolar AS menjadi 1,91 miliar dolar AS. Demikian juga ekspor komoditas migas naik tajam sebesar 153,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 37,00 juta dolar AS menjadi 93,79 juta dolar AS pada bulan Februari.

Menurutnya, jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Singapura merupakan negara tujuan utama ekspor Jawa Timur. Kemudian ekspor ke Jepang dan Amerika Serikat. Selama bulan ini, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Singapura mencapai 339,24 juta dolar AS. Dari ekspor ke Jepang dan Amerika Serikat berturut-turut sebesar 252,04 juta dolar AS dan 234,55 juta dolar AS.

“Sementara itu ekspor nonmigas ke kelompok negara Uni Eropa menyumbang 6,93 persen atau sama dengan nilai 132,11 juta dolar AS,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ekspor ke kawasan ini paling banyak ke negara Belanda, dengan jumlah sebesar 36,16 juta dolar AS, dan diikuti ekspor ke Jerman sebesar 22,83 juta dolar AS.

Kendati demikian untuk neraca perdagangan, secara kumulatif selama Januari hingga Februari 2020, neraca perdagangan Jawa Timur mengalami surplus sebesar USD 164,63 juta. Hal ini disumbangkan oleh selisih perdagangan ekspor-impor di sektor nonmigas yang surplus sebesar USD 911,32 juta walaupun sektor migas justru mengalami defisit sebesar USD 746,69 juta.

“Surplus sektor nonmigas ini perlu lebih ditingkatkan agar neraca perdagangan Jawa Timur semakin besar di periode berikutnya. Disamping itu perlu diupayakan untuk menekan atau mengurangi defisit dari sektor migas,” tutup Dadang.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana