NBSO Dukung Penuh Investasi Belanda di Indonesia

H E Cora Van Niewenhuizen (baju merah), The Minister of Instructure and Water Management (Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air) negara Belanda, bersama Wagub Jatim, Emil Dardak Elastianto meresmikan NBSO di Hotel Sheraton, Surabaya.

SURABAYA-SUREPLUS: Delegasi dari berbagai Kementerian negara Belanda hadir khusus di Jawa Timur, untuk membuka dan meresmikan Netherlands Business Support Office (NBSO) pertama di Asia Tenggara berlokasi di Surabaya.

“Netherlands Bussines Support Office (NBSO) Surabaya ditujukan untuk mengoneksikan antara perusahaan-perusahaan Belanda, yang membutuhkan mitra, market, maupun investasi di Indonesia, terutama Jawa Timur,” ungkap H E Cora Van Niewenhuizen, saat meresmikan NBSO di Ballroom Hotel Sheraton, Surabaya, Jumat (13/3/2020).

Cora mengungkapkan, alasan dipilihnya Jatim terutama Kota Surabaya, karena kondisi industri dan ekonomi di Jatim dan Surabaya cukup stabil. Hal ini Termasuk potensi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, karena kemampuannya mensuplai kebutuhan pasar Indonesia Timur.

“Kami berharap kerjasama ini dapat membawa keuntungan bagi kedua belah pihak. Kami juga siap membantu apapun yang dibutuhkan pemerintah Jatim, terutama dalam pengembangan investasi yang ada dan juga perbaikan infrastuktur salah satunya penanggulangan banjir yang sering terjadi di wilayah Indonesia,” ujarnya.

Memang saat ini,  terdapat beberapa sektor usaha yang sangat diminati oleh para pelaku bisnis dari Belanda. Sektor tersebut diantaranya adalah industri perakitan (manufactur), agrobisnis, maritim, Teknologi Informasi (IT) dan kesehatan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, hadirnya NBSO di Surabaya saat ini merupakan wadah yang tepat untuk lebih memperkenalkan potensi industri Jatim yang lebih luas.

“Ini merupakan kesempatan emas. Oleh karena itu, saya meminta kepada para pelaku industri usaha di Jatim untuk tidak menyia-nyiakan peluang bisnis tersebut,” kata Emil.

Menurutnya, kerjasama yang terjalin ini juga membuktikan komitmen Pemerintah Belanda untuk mensupport perkembangan ekonomi di Indonesia, khususnya di Jatim.

Kendati demikian, potensi pertumbuhan ekonomi di Jatim, Emil menyatakan pertumbuhan ekonomi Jatim terus menunjukkan trend peningkatan yang signifikan yaitu 5,52 persen, naik di atas rata rata nasional sebesar 5,04 persen.

“Dengan semakin tumbuhnya ekonomi Jatim membuktikan bahwa wilayah Jawa Timur merupakan salah satu barometer pembangunan bagi seluruh provinsi di Indonesia,” tutup Emil.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana