Khofifah Harap EJSC Jadi Tempat Anak Muda Produktif

Pusat Komando East Java Super Corridor (EJSC).

SURABAYA-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa optimis bahwa East Java Super Corridor (EJSC), akan menjadi pusat kreativitas kaum millenial. Ia mengatakan anak-anak di daerah juga memiliki kreativitas yang tinggi dan sangat potensial.

“Hanya saja wadah untuk mengembangkan kreativitas itu masih terbatas. Inilah yang coba dibangun Pemprov Jatim, menyediakan tempat,” ungkap Khofifah saat berada di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (14/3/2020).

Khofifah mengungkapkan, EJSC ini bakal menjadi semacam tempat bertemunya ide dan gagasan anak-anak muda. Ia berharap, lewat EJSC penerapan ekonomi kreatif di Jawa Timur dapat berkembang pesat. Oleh karena itu, di EJSC terdapat banyak fitur ruang kreatif yang didesain unik dan kekinian untuk memancing kreativitas.

Menurutnya, Gedung EJSC memiliki ruang rapat, ruang sekretariat, co working space, science technopark, command center dan cafe. Bangunan tersebut, saat ini dibangun di lima Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Wilayah tersebut yakni, Jember, Pamekasan, Bojonegoro, Malang dan Madiun. Untuk merealisasikan seluruh EJSC tersebut, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 3,5 Miliar.

“Kalau yang sekarang baru Malang yang selesai. Tapi, Insya Allah akhir tahun 2020 ini, EJSC di seluruh Bakorwil selesai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ia berharap EJSC dapat menjadi salah satu tempat favorit anak muda di Jawa Timur untuk nongkrong, berdiskusi, serta bertukar ide dan gagasan untuk menciptakan karya kreatif dan inovatif.

“Jadi yang sukanya rebahan di rumah, monggo maksimalkan keberadaan EJSC untuk mencari ide-ide segar dan kreatif agak bisa lebih berkembang. Di sini juga ada Millenial Job Centre,” kata Khofifah.

Kendati demikian, ia bersama wakilnya Emil Dardak terus berupaya mendorong industri kreatif Jatim yang digerakkan anak-anak muda. Penting, mengingat industri kreatif diprediksi akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa mendatang karena terbatasnya sumber daya alam.

“Saya ingin, anak-anak muda Jatim menjadi leadernya dan EJSC inilah yang menjadi pendorong anak muda terjun menekuni bidang usaha industri kreatif,” tutup Khofifah.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana