Belanda Siap Tanam Berbagai Macam Investasi di Surabaya

Wali Kota Risma saat berbincang dengan Wakil Menteri Belanda Bidang Perdagangan Peter Potman.

SURABAYA-SUREPLUS: Negara Belanda, yang  diwakili oleh Wakil Menteri Bidang Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Peter Potman mengaku tertarik untuk menanamkan invetasi di kota Surabaya. Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja Peter, yang juga dihadiri oleh Kepala Deputi Departemen Ekonomi, Kedutaan Besar Belanda Joost Nuijten, Staf Urusan Ekonomi, Kedutaan Besar Belanda Indry Kateriamalia dan Staf Senior Urusan Kebijakan Departemen Perusahaan International Matthijs Van Der  Hoorn.

“Kami melihat pertumbuhan ekonomi yang pesat dan solid di Kota Surabaya. Karena itu, saya akan mengundang beberapa investor asal Belanda dan Indonesia untuk berkolaborasi dan berinvestasi di Kota Pahlawan,” ungkap Peter, usia berdiskusi dengan walikota Surabaya, Tri Rismaharini di ruang kerja wali kota, Balai Kota Surabaya, Jumat (13/3/2020).

Peter mengungkapkan, investasi tersebut meliputi berbagai sektor, terutama di bidang kualitas air dan pengelolaan limbah. Dalam hal ini, pihak Peter memberikan keterangan mengenai kualitas air dan pemanfaatan limbah. Seperti contoh menghasilkan air siap minum dan membuat produk yang bagus dari limbah sampah.

Menurutnya, kerjasama di bidang ekonomi nantinya juga akan diterapkan. Hal tersebut, lantaran ia melihat Wali Kota Risma telah berhasil memberikan wadah inovasi dan kolaborasi kreatif bagi anak muda dalam meningkatkan ekonomi, sehingga dapat membuka peluang pekerjaan baru bagi generasi milenial.

“Di sanalah peluang ekonomi baru tumbuh. Anak muda mendapat sesuatu yang baru. Saya mempunyai beberapa perusahaan Belanda yang sudah berinvestasi di Kota Surabaya, mereka ingin berinvestasi lebih. Agar semakin banyak lapangan kerja dan ekonomi di Surabaya bisa semakin tumbuh lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyatakan pertemuan dengan wakil menteri Belanda itu membahas tentang rencana investasi di Indonesia dan utamanya di Kota Surabaya. Bahkan, mereka juga mengajak para pengusaha dari Belanda dan Indonesia untuk berinvestasi di Kota Surabaya.

“Jadi, nanti investasi di bidang apa saja katanya siap, karena mereka sudah mengajak para pengusahanya,” kata Risma.

Ia menjelaskan, rombongan menteri Belanda itu juga akan berkunjung ke Koridor di Siola. Mereka akan melihat perkembangannya dan peluang investasi apa saja yang bisa dilakukan oleh mereka.

“Nanti kita akan tunjukkan Koridor Co-working Space supaya mereka melihat perkembangannya, sehingga nanti bisa diketahui apa saja yang bisa dikerjasamakan,” tuturnya.

Kendati demikian, pertemuan di ruang kerjanya itu juga membahas tentang investasi dalam bidang perairan. Ia beranggapan, selama ini Perusaahan Daerah Air Minum (PDAM) tidak hanya mensuplai air bersih saja kepada masyarakat, melainkan dapat mendistribusikan air siap minum juga. Bagi dia, cara tersebut mampu mengurangi cost (biaya) yang cukup besar.

“Tetapi kita tahu anggarannya sangat besar dan tidak mungkin dilakukan PDAM sendiri. Makanya, mereka mungkin bisa masuk dalam bidang ini. Mereka juga menyampaikan sudah bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup pusat untuk masalah air ini,” tutup Risma.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana