Wawalkot Tinjau Kampung Kue dan Kampung Hidroponik di Hari Perempuan Internasional

Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana saat mengunjungi kampung kue dan kampung hidroponik dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional.

SURABAYA-SUREPLUS: Wakil Walikota (Wawalkot) Surabaya Whisnu Sakti Buana, mengunjungi kampung kue, kawasan Rungkut Lor Surabaya dan kampung Hidroponik Medokan Ayu Surabaya. Ia berkunjung dalam rangka memperingati Perempuan Sedunia 2020, agar perempuan lebih berdaulat di Surabaya khususnya dalam pemberdayaan ekonomi.

“Soalnya sampai sampai saat ini pun, perempuan atau ibu-ibu dianggap sebagai orang yang berada dibelakang (Tiang Wingking). Kalau sekarang anggapan ini sudah harus dihilangkan, karena wanita juga turut membantu dalam menambah ekonomi keluarga,” ungkap Whisnu, di sela kunjungannya, Senin (9/3/2020).

Whisnu mengungkapkan, kampung-kampung tematik diyakini dapat mendongkrak perekonomian warga, serta menjadi sebuah keyakinan bahwa keberadaan perempuan atau ibu-ibu turut menjadi penggerak ekonomi di Surabaya.

Menurutnya, keberhasilan Walikota Risma dalam menciptakan Pahlawan Ekonomi akan dilanjutkan. Keberhasilan kampung Kue dan Hidroponik menjadi penggerak ekonomi kerakyatan luar biasa. Kampung Kue sendiri digagas dengan bermodalkan Rp 150 ribu, dari tiga warga. Saat ini, kampung tersebut mampu menciptakan lapangan pekerjaan lebih dari 100 Kepala Keluarga.

“Kalau Kampung Hidroponik kan mulainya sekitar setahun lalu. Produk pertanian selada dan kangkung menjadi andalan, bahkan suplai ke Pasar Tradisional dan Modern,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa wanita penggerak ekonomi dari kampung kue dan hidroponik merespon positif kunjungan Whisnu. Salah satunya adalah Choirul Mahpudua, tokoh penggerak Kampung kue ini sependapat dengan pernyataan Whisnu. “Perempuan saat ini memang dituntut untuk mandiri. Termasuk memberdayakan kreatifitas untuk menambah ekonomi keluarga,” tuturnya .

Kendati demikian, Tokoh penggerak Kampung Hidroponik, Reni Susilowati menyatakan perempuan sudah saatnya mempunyai karya sendiri. “Meski berada di rumah bisa melakukan kreativitas itu. Sebagai Ibu Rumah Tangga tidak harus mandek. Tapi punya kemampuan untuk berdaulat secara ekonomi keluarga,” pungkas Reni.[DEWID/DM]

Editor:Dony Maulana