Virus Korona Sebabkan Angkasa Pura 1 Merugi Hingga 207 Miliar

Dampak virus Corona, PT Angkasa Pura I (Persero), yang mengaku telah merugi hingga Rp 207 miliar sepanjang Januari hingga Februari 2020.FOTO: AP1.CO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Wabah virus korona kali ini telah membuat sektor pariwisata dan industri termasuk pelayanan bandara melemah. Seperti yang terjadi pada PT Angkasa Pura I (Persero), yang mengaku telah merugi hingga Rp 207 miliar sepanjang Januari hingga Februari 2020.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan kerugian tersebut merupakan imbas dari kebijakan ditutupnya penerbangan ke beberapa bandara di Tiongkok sebagai antisipasi penyebaran virus korona.

“Kerugian yang kami hitung lost opportunity penerbangan sebanyak Rp 207 miliar. Jadi, per bulan rata-rata Rp 100 miliar. Lost opportunity ini secara langsung karena penerbangan yang dihentikan. Itu baru airlines, belum bisnis yang lainnya seperti restoran ritel dan lain-lain,” ungkap Faik di Kementerian BUMN Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Faik mengungkapkan, dampak kerugian terbesar terjadi di Bandara Ngurah Rai Bali dari keseluruhan 15 bandara yang dikelola. Terdapat sekitar 35 penerbangan yang dibatalkan, 22 penerbangan di antaranya tujuan Tiongkok termasuk Wuhan.

“Sebanyak 6.800 penumpang per hari dari China. Dampak signifikan itu kita hitung pendapatannya dari 35 penerbangan Bali yang dicancel ada sekitar Rp 48 miliar. Itu dari sisi penerbangan disana,” ujarnya.

Sementara itu, dari keseluruhan 15 bandara yang dikelola terdapat 12.703 penerbangan yang dibatalkan dari awal tahun hingga Februari tahun ini. Ia menjelaskan sebanyak 11.680 penerbangan domestik, sedangkan 1.023 adalah internasional.

Kendati demikian, potensi kerugian akan meningkat seiring dengan adanya penundaan penerbangan Ibadah Umroh. Adapun jumlah penerbangan untuk Ibadah Umroh melalui AP 1 cukup banyak yaitu sekitar 90 penerbangan per bulan.

“Maret-April penghentian umrah akan lebih besar lagi,” tutup Faik.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana