WNI Dari Cina Akan Diperiksa Sebelum Masuki Surabaya

[caption id="attachment_16051" align="aligncenter" width="800"] Kepala KKP Kelas 1 Surabaya, Muhammad Budi Hidayat (kiri) bersama Kepala Dinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita saat menggelar jumpa pers di kantor bagian Humas Pemkot Surabaya, Sabtu 1 Februari 2020.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyatakan siap membuka gerbang bagi WNI dari Wuhan. Dalam hal ini, langkah persiapan untuk memantau kondisi perkembangan kesehatan mereka telah dimaksimalkan.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya, Muhammad Budi Hidayat menjelaskan, tim kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI, Polri telah menjemput WNI yang ada di Wuhan, China. Namun, sebelum penjemputan mereka terlebih dahulu akan diperiksa kesehatan sebelum diterbangkan ke Indonesia.

“Kami tetap harus memastikan akan dibawa kemari dalam keadaan sehat. Rencananya setelah tiba di Indonesia mereka juga tidak langsung dipulangkan,” ungkap Budi, saat jumpa pers di Gedung Humas Pemkot Surabaya, Senin (3/2/2020).

Budi mengungkapkan, saat tiba di Indonesia para WNI tersebut akan ditransitkan lebih dulu ke kepulauan Riau, tepatnya di Natuna untuk diinkubasi selama 2 kali. Dalam satu kali masa inkubasi memakan waktu 14 hari, dan total masa inkubasi adalah selama 28 hari.

“Kami harap pihak keluarga tidak panik. Jadi setiap orang yang baru pulang dari daerah terjangkit akan dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita memastikan, pihaknya akan melakukan pemantauan secara berkala setiap hari selama dua minggu berturut-turut. Pemantauan itu dilakukan dengan mengunjungi langsung ke rumah mereka.

“Pihak puskesmas, khususnya dokter akan berkunjung langsung ke rumah untuk memeriksa keadaannya, setiap hari selama dua minggu berturut-turut,” kata Febria.

Ia menuturkan, jumlah WNI yang akan dipulangkan ke Indonesia sebanyak 250 orang. Namun, pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut berapa jumlah warga Kota Surabaya.

“Jadi kami belum mendapat data pastinya, namun tetap semua itu dalam pantauan kami warga Surabaya,” ucapnya..

Kendati demikian, jika ada warga yang baru pulang dari negara yang terjangkit virus corona, pihaknya tetap akan melakukan pemantauan kondisi kesehatan mereka. Salah satunya melalui petugas kesehatan di Puskesmas dengan cara berkunjung ke rumah warga tersebut.

"Meskipun sudah dilakukan pengecekan saat di bandara atau pelabuhan oleh pihak KKP 1 Surabaya. Biar semuanya clear,” tutup Febria.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar