Warga Jatim Akan Dikawal Kepulangannya Oleh Khofifah Usai Karantina di Natuna



[caption id="attachment_16008" align="aligncenter" width="1280"] Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Warga Jawa Timur, yang usai menjalani proses karantina di Natuna akan dikawal langsung kepulangannya. Sebanyak 65 warga Jawa Timur tersebut, dari Kepulauan Riau akan tiba di Jatim hari ini.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, mereka dinyatakan sehat dan diperbolehkan kembali ke daerah masing-masing. Khofifah mengklaim, pihaknya secara berkelanjutan akan berkoordinasi dengan tim Kementerian Kesehatan, hingga proses pemulangan seluruh warga Jatim rampung.

"Kami akan kawal sepenuhnya proses penmulangan mereka. Memastikan ke 65 orang tersebut bisa kembali sehat dan kembali berkumpul dengan keluarganya. Kepulangan mereka sudah ditunggu-tunggu keluarga," ungkap Khofifah, saat sesi wawancara di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (15/2/2020).

Khofifah mengungkapkan, pihak Kementerian Kesehatan telah melakukan observasi selama 2 minggu dan tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala terinfeksi Virus Corona. Ia berharap agar masyarakat tidak terlalu khawatir, lantaran para warga tersebut juga mengantongi surat keterangan sehat dari Kemenkes.

Meski begitu, ia menghimbau seluruh masyarakat tetap waspada terhadap ancaman penularan Virus Corona. Salah satunya dengan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Dirinya mengingatkam agar masyarakat tidak menganggap sepele jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala, layaknya mereka yang terinfeksi Virus Corona.

"Apabila ada anggota keluarga yang panas tinggi, batuk, serta sesak napas, agar segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat dan melaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten atau kota setempat. Pemprov Jatim menyiapkan tiga rumah sakit untuk memberikan layanan terkait ini yaitu RS dr Soetomo Surabaya, RS dr Syaiful Anwar Malang dan RS dr Soedono Madiun," ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga melakukan serangkaian aksi pencegahan masuknya Virus Corona ke Jawa Timur di sejumlah pintu masuk. Hal ini didukung dengan kesiapan tim kesehatan provinsi dan rumah sakit rujukan.

"Langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal Januari, seperti memasang body thermal scanner di setiap pintu masuk kedatangan luar negeri, dan menyiapkan tim kesehatan yang akan memeriksa kondisi fisik dari orang yang terdeteksi demam. Bagi orang yang terdeteksi demam dan batuk atau sesak akan dilakukan pengawasan di ruang isolasi rumah sakit," kata Khofifah.

Dari 238 WNI yang dibawa pulang dari Wuhan, 65 di antaranya berasal dari Jawa Timur. Dari Sidoarjo 3 orang, Surabaya 34 orang, Tuban 1 orang, Banyuwangi 1 orang, Bojonegoro 1 orang, Bondowoso 1 orang, Gresik 1 orang, Jember 1 orang, Kediri 4 orang, Lamongan 2 orang, Lumajang 4 orang, Malang 7 orang, Pamekasan 1 orang, Ponorogo 1 orang, dan Probolinggo 3 orang.

Kendati demikian, bagi orang yang tidak terdeteksi demam juga telah diberi HAC (Health Allert Cards) atau kartu kewaspadaan kesehatan. Pemprov juga menyiapkan rumah sakit guna keperluan isolasi pasien dengan pengawasan yaitu RSUD dr Soetomo Surabaya, RSUP dr Soedono Madiun, dan RSUD Saiful Anwar Malang.

"Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran terkait. Termasuk dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada ditemukan pasien yang terdeteksi terjangkit Virus Corona," tutup Khofifah.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar