Tiga Unit Kapal Pembangkit Listrik Habiskan Dana Sebeaar Rp 2,7 Triliun

[caption id="attachment_16314" align="aligncenter" width="625"] Ceremoni First Steel Cutting Dual Fuel Engine Barge Mounted Power Plant (BMPP) di PT PAL Indonesia di Surabaya, dengan dihadiri Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh, Direktur Rekayasa Umum dan Pemeliharaan serta Perbaikan PT PAL Indonesia, Sutrisno, dan Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power, Adi Supriyono.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: PT PAL Indonesia (Persero) membangun tiga unit kapal pembangkit listrik yang dipesan oleh anak usaha PT PLN (Persero), yakni Indonesia Power. Pembangunan kapal tersebut masing-masing dua unit berdaya 60 MW dan satu unit 30 MW atau dengan total 150 MW sebesar Rp 2,7 triliun.

“Ini bukan kali pertama kami membangun pembangkit listrik terapung. Tahun 1997, kami pernah membangun yang 30 MW. Barangnya masih ada. Sekarang ini kami akan membangun lagi yang lebih canggih dan modern mengikuti perkembangan teknologi terkini,” ungkap Direktur Rekayasa Umum dan Pemeliharaan serta Perbaikan PAL Indonesia, Sutrisno di sela prosesi pemotongan baja pertama areal pelabuhan PT PAL, Kamis (27/2/2020).

Sutrisno mengungkapkan, pembangunan total tiga unit kapal pembangkit listrik pesanan Indonesia Power itu akan dilaksanakan secara bertahap. Masing-masing pembangunannya membutuhkan waktu selama 15 bulan.

“Untuk unit yang pertama ini targetnya selesai dibangun pada Januari 2021,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Niaga Indonesia Power Adi Supriono mengatakan, pesanan tiga unit pembangkit listrik terapung ini nilainya mencapai Rp 2,7 triliun. “Khusus kapal dengan daya 60 MW, per unitnya Rp1 triliunan. Sedangkan yang 30 MW sekitar Rp600 miliar,” kata Adi.

Ia menjelaskan, pembangkit listrik terapung dibutuhkan di Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Berbeda dengan pembangkit listrik yang tertanam di tanah. Kendati demikian, Pembangkit listrik terapung bisa dipindahkan atau bergerak ke wilayah yang kesulitan pembangkit.

“Kita bisa segera pindahkan. Jadi, sangat membantu, misalnya di Palu waktu ada gempa, kelistrikannya darurat, keberadaan pembangkit listrik terapung akan sangat membantu,” tutup Adi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar