Tarif Ojol Naik Rp 2.500/km, Grab: Kami Menghormati Kebijakan yang Berlaku






[caption id="attachment_16119" align="aligncenter" width="647"] Ojek Online Grab yang tarifnya akan dinaikkan oleh pemerintah sebesar Rp 2.500/km.[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Pihak Grab Indonesia telah memberikan tanggapan atas rencana pemerintah yang berniat menaikkan tarif ojek online sebanyak Rp 2.500/km. Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno menyatakan pihaknya telah mendengar wacana tersebut dan meyakini, pemerintah sendiri telah menimbang berbagai faktor dalam merumuskan kebijakan.

"Kami telah mendengar wacana soal kenaikan itu, dan memahami ada faktor-faktor baru yang menjadi pertimbangan kebijakan pemerintah terkait regulasi ojek online," ungkap Tri di Jakarta Sabtu (8/2/2020).

Tri mengungkapkan, pihak Grab percaya bahwa pemerintah mengerti mengenai berbagai variabel tersebut untuk dijadikan bahan pertimbangan, dalam merumuskan kebijakan terbaik bagi semua aktor yang terlibat di dalam ekosistem bisnis transportasi online. "Termasuk menjaga keseimbangan antara sisi penawaran dan permintaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, Grab akan selalu menghormati kebijakan yang berlaku, tatkala kebijakan pemerintah ke depannya dapat memberi dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Grab akan selalu mematuhi setiap aturan yang berlaku. Kami harap kebijakan pemerintah ke depannya dapat tetap memberikan dampak positif kepada seluruh pemangku kepentingan baik itu mitra pengemudi maupun pelanggan di Indonesia," kata Tri

Kendati demikian, sebelumnya Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa dalam pembahasan kenaikan tarif ojek online, hanya pada daerah Jabodetabek saja yang akan mengalami kenaikan. Sedangkan daerah lainnya tidak akan dinaikkan.

Menurut Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, tarif ojol di daerah lain masih layak dan belum perlu dinaikkan. "Nampaknya yang butuh kenaikan hanya Jabodetabek. Untuk daerah nampaknya nggak naik, tarif mereka nampaknya masih feasible," pungkas Budi. (Rls/Dewid/DM)


Editor: Dony Maulana



Posting Komentar

0 Komentar