Perpustakaan dan Co-Working Space, Referensi Kantor Minimalis Pengusaha Muda Surabaya

[caption id="attachment_16241" align="aligncenter" width="640"] Suasana perpustakaan daerah dan coworking space Surabaya yang jadi referensi kantor minimalis pengusaha muda surabaya.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Beberapa pengusaha muda di Surabaya, memanfaatkan fasilitas publik seperti perpustakaan dan co-working space sebagai tempat mereka bekerja mengembangkan usaha. Selain tempatnya yang nyaman, kedua fasilitas ini merupakan tempat berkumpulnya banyak masyarakat untuk ajang promosi.

“Kenapa memilih di Co-Working Space, soalnya menurutku ini tempat yang minimalis tapi nyaman untuk aku jadikan tempat kerja juga,” ungkap Melistya (24), salah seorang pengusahawati minuman bolba saat ditemui reporter Sureplus.id di Co-working Space Satu Atap Surabaya, Kamis (20/2/2020).

Melistya mengungkapkan, ia mendapatkan beberapa teman pengusaha juga, sesama pengunjung rutin di tempat tersebut. Tidak hanya sesama pengusaha, ia juga mendapatkan beberapa customer yang berlangganan baik pemesanan via online maupun direct.

Sementara itu, seorang pedagang jajanan kue coklat bernama Dendi Sutomo (22) menyatakan hal yang senada. Namun, menurutnya perpustakaan merupakan tempat yang cocok apabila ingin mendapatkan lebih banyak pembeli. Ia setiap hari Jumat hingga Minggu, selalu membawa dagangannya dan ia jualkan di teras depan pintu masuk Perpustakaan Daerah (Perpusda) Surabaya.

“Weekday saya biasa jualan di dekat rumah. Tapi kalau weekend saya pasti kesini, sekalian sama urus website juga,” ujarnya.

Selama setahun usahanya berjalan, ia mengaku baru mendapatkan empat partner bisnis yang bisa ia percaya. Hal ini, lantaran ia sangat selektif terhadap prospek kerja dari partnernya. “Ya kan namanya kolaborasi usaha, harus kompak dan tentunya saling menguntungkan. Saya juga gak bisa kalau yang untung hanya saya atau mereka, harus imbang pokoknya,” kata Dendi.

Kendati demikian, Managing Editor Basha Market Fazrah Heryanda sebelumnya mengatakan sebuah creative paltform, membutuhkan tempat kerja yang representatif. “Coffee shop mungkin bisa, tapi tempatnya kurang kondusif. Untuk lingkungan kerja ideal lebih baik memang di Co-working Space,” pungkas Fazrah.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar