Pelanggar e-Tilang di Surabaya Mencapai 6.035 Orang Dalam Sebulan

[caption id="attachment_16244" align="aligncenter" width="1280"] Dirlantas Polda Jatim, Kombes Budi Indra Dermawan di Mapolda Jatim, saat mengadakan jumpa pers terkait data sistem e-tilang di Surabaya.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Program Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau biasa disebut e-Tilang yang telah dilaksanakan selama satu bulan di Surabaya membuahkan hasil. Dalam sebulan penuh, pihak kepolisian telah mencatat sebanyak 6.035 pelanggar.

"Perhitungan total ada 6.035 pelanggaran dari program E-TLE yang telah berjalan sebulan. Tetapi dari jumlah total tersebut, yang dilakukan penindakan yakni sebanyak 2.578 pelanggar," ungkap Dirlantas Polda Jatim, Kombes Budi Indra Dermawan di Mapolda Jatim, Kamis (20/2/2020).

Budi mengungkapkan, berdasarkan data pelanggar terbanyak yakni menerobos lampu merah atau traffic light. Jumlah pelanggar ini mencapai 3.285, dan penindakan tilang dilakukan kepada 1.482 pelanggar.

"Pelanggar terbanyak kedua, adalah melanggar marka jalan atau rambu. Dari data yang kami pegang, ada 1.712 pelanggar marka jalan dan telah ditilang sebanyak 782 pelanggar. Sementara ketiga, yakni pelanggaran batas kecepatan sebanyak 268 orang dan dilakukan tilang pada 113 pelanggar," ujarnya.

Sedangkan, untuk pelanggar terbanyak keempat yakni penggunaan sabuk keselamatan sebanyak 427 pelanggar dengan pendindakan tilang sebanyak 105 pelanggar.

"Pelanggar kelima terbanyak yakni pengendara menggunakan ponsel tercatat 96 pelanggar. Tapi untuk yang satu ini tidak dikeluarkan tilang. Terakhir adalah pengendara yang tak menggunakan helm sebanyak 202 dan dilakukan tilang sebangak 96 pelanggar," kata Budi.

Sementara itu, dari total pelanggaran yang belum dilakukan penindakan dengan tilang, tercatat 3.457 pelanggar. Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi faktor tertundanya penilangan.

Kendati demikian, dari 717 surat konfirmasi yang kembali, karena disebabkan karena adanya beberapa hal. "Karena ada alamat yang tidak lengkap sebanyak 237 pelanggaran, rumah kosong 318 pelanggaran, dan pindah tanpa kabar 162 pelanggaran," tutup Budi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar