Nelayan Merasa Resah Saat Bersaing Dengan Kapal Besar Luar Surabaya

[caption id="attachment_16116" align="aligncenter" width="747"] Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni yang menerima keluh kesah nelayan Bulak, Surabaya menyoal kapal besar dari luar Surabaya yang menggunakan pukat di laut.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Para nelayan kawasan Bulak dan Kenjeran, Surabaya ternyata memiliki keresahan saat melaut. Keresahan ini akhirnya sampai di anggota dewan, yang mana mereka menceritakan menjamurnya penangkapan ikan menggunakan jaring pukat, yang dilakukan kapal-kapal besar dari luar Surabaya.

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Surabaya, Arif Fathoni telah memberi tampungan untuk keluhan-keluhan tersebut saat mengadakan reses di kawasan nelayan Surabaya. Dalam reses itu, ia tidak memungkiri adanya penangkapan ikan dengan pukat kembali marak di laut Surabaya.

“Para nelayan di Bulak itu mencari ikan menggunakan perahu kecil, ya jelas kalah sama kapal besar yang pakai pukat. Jadi pendapatan nelayan-nelayan pada turun drastis,” ungkap Arif, saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id di gedung DPRD Surabaya, Jumat (7/2/2020).

Arif mengungkapkan, dari keluh kesah yang ia terima terdapat dua permintaan nelayan Bulak kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Permintaan yang pertama, yakni Pemkot Surabaya  berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan operasi di laut Surabaya dan melarang penggunaan pukat.

"Kedua, nelayan juga meminta kepada pemkot untuk memberikan hibah alat komunikasi berupa handy talky (HT) yang bisa digunakan nelayan ketika melaut," ujarnya.

HT tersebut untuk kedepannya digunakan agar para nelayan bisa saling berkoordinasi ketika melaut. Arif menilai permintaan nelayan Surabaya itu sangat bisa untuk direalisasikan, mengingat APBD Surabaya cukup besar.

“Apalagi jumlah nelayan Surabaya juga tidak terlalu banyak, bahkan tidak hanya handy talky, saya juga mendorong pemkot juga memberikan bantuan jaring dan alat GPS yang bisa dipakai oleh nelayan," tutup Arif.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar