Menko Airlangga: Ekonomi Global Sedang Mengalami Ketidakpastian

[caption id="attachment_16041" align="aligncenter" width="650"] Menteri Koodinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Menteri Koodinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa keadaan ekonomi global pada saat ini sedang mengalami ketidak pastian. Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi kuliah umum di Unair Surabaya, dengan tema utama 'Arah Perkembangan Perekonomian Indonesia ke Depan dalam Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan'.

“Ada banyak peristiwa dan kejadian yang berpengaruh signifikan pada ekonomi global. Contohnya, European Union melemah lantaran Brexit, Asia Timur memanas karena persaingan Jepang-Korea, hiperinflasi di Amerika Latin hingga yang terbaru virus corona yang membuat sektor pariwisata, otomotif, hingga perekonomian asia melemah,” ungkap Airlangga, saat mengisi kuliah umum di kampus UNAIR, Sabtu (1/2/2020).

Airlangga mengungkapkan, meskipun peristiwa-peristiwa tersebut membawa efek negatif bagi pertumbuhan ekonomi di banyak negara, Airlangga justru mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan hal positif bagi pekenomian di Indonesia.

Menurutnya, di tengah ketidakpastian tersebut kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia, muncul sebagai kawasan paling stabil. Pasalnya, beberapa poin penting di antaranya situasi demokrasi yang baik, lahirnya kerja sama indo pasifik, serta hubungan multilateral yang berkesinambungan antar negara.

“Hasilnya kita bisa melihat nilai tukar Indonesia yang stabil di angka tiga belas ribu enam ratus, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka kisaran lima persen. Pun inflasi kita beberapa tahun belakangan mencapai angka terendah di kisaran tiga persen,” ujarnya.

Namun, pemerintah Indonesia masih banyak pekerjaan rumah yang harus dirampungkan. Beberapa di antaranya seperti rendahnya penyerapan tenaga kerja, inklusivitas yang rendah, peningkatan inovasi, hingga perlindungan bagi tenaga kerja maupun industri UMKM.

“Maka dari itu Omnibus Law dan kartu pra-kerja kita hadirkan. Omnibus Law sendiri akan menjadi reformasi struktural Indonesia dalam ekonomi dan ketenagakerjaan. Akan ada banyak penyederhanaan dan kemudahan investasi, bisnis, pengadaan lahan, dan ketenagakerjaan,” kata Airlangga.

Airlangga kemudian turut menyoroti besarnya skill gap yang ada di Indonesia. Hal ini membuat banyak pelajar lulusan SMA dan SMK tidak terserap dalam industri. Ke depan, pemerintah merencanakan untuk membangun politeknik, vokasi, hingga lembaga pelatihan yang sesuai dengan industri yang berkembang di kawasan terkait.

“Lebih lanjut, kami akan membangun konektivitas kawasan ekonomi, integrasi kawasan utara dan selatan, serta program unggulan di kawasan ekonomi khusus seperti Malang, Jawa Tengah, dan Madura,” kata Airlangga.

Kendati demikian, Rektor Universitas Airlangga Surabaya Mohammad Nasih dalam sambutannya mengungkapkan langkah serius Unair untuk terus terlibat dalam perekonomian nasional melalui teaching industry.

“Kita saat ini sedang mengembangkan teaching industry di Madura. Hal ini tentunya untuk mewadahi dan meningkatkan inovasi mahasiswa-mahasiswa kita. Karena bagaimanapun perguruan tinggi menjadi tempat utama bagi pengembangan inovasi dan pembangunan perekonomian yang mapan,” tutur Nasih.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar