Khofifah Beri Porsi APBD Besar Pada Pendidikan di Jatim Selama Setahun Memimpin

[caption id="attachment_16137" align="aligncenter" width="640"] Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang telah memberikan porsi besar APBD untuk pendidikan Jatim.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubermur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak telah meraih beragam prestasi dalam setahun kepemimpinan mereka. Sesuai janji awal saat menyampaikan visi misinya, percepatan yang telah dikerjakan Gubernur Khofifah bersama Wagub Emil Dardak menajamkannya lewat program Nawa Bhakti Satya atau sembilan bhakti pada Jatim Cerdas dan Sehat untuk memuliakan masyarakat Jatim.

Sembilan bhakti ini diarahkan untuk mewujudkan Jatim yang mulia di mata dunia melalui pembangunan daya saing multi-sektoral dan multi-dimensi secara konteks global, salah satunya di bidang pendidikan.

"Untuk pengembangan di bidang pendidikan, saya bersama jajaran Pemprov Jawa Timur memberikan porsi besar dalam APBD tahun 2020," ungkap Khofifah, saat berada di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (10/2/2020).

Khofifah mengungkapkan, dari total APBD Provinsi Jawa Timur sebanyak Rp. 35,1 trilliun,  30 persennya dialokasikan khusus untuk sektor pendidikan. Menurutnya, bidang pendidikan merupakan ujung tombak pencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di wilayahnya.

"Di APBD Tahun 2020 kita banyak memberikan porsi untuk sektor pendidikan. Kita memprioritaskan pendidikan karena pendidikan merupakan ujung tombak pencetak SDM berkualitas di Jatim," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk itulah dirinya berekspektasi agar di awal tahun, seluruh jajaran Dinas Pendidikan bisa segera tancap gas. Ia meminta agar lelang barang dan jasa di bidang pendidikan segera dilaksanakan. Tujuannya tidak lain agar proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan lancar dan baik.

"Kelengkapan kebutuhan pendidikan yang merupakan tanggung jawab Pemprov, saya harapkan bisa segera dilakukan lelang. Ini penting sekali, mengingat pemenuhan dan penjaminan kelancaran proses belajar mengajar," kata Khofifah.

Kendati demikian, saat ini kebutuhan pendidikan khususnya untuk SMA dan SMK telah teranggarkan pada APBD, khususnya lewat program pendidikan gratis berkualitas (TisTas). Bahkan, alokasi anggaran untuk pendidikan mencapai sekitar 30 persen dari total anggaran yang ada.

"Dengan dukungan anggaran cukup besar, kami berharap kualitas pendidikan di Jatim bisa semakin meningkat selaras dengan program Jatim Cerdas. Dengan demikian, maka diharapkan  juga akan bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Jatim," tutup Khofifah.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar