Jelajahi Motivasi Sukses Yasa Singgih, Miliarder di Usia 20-an

[caption id="attachment_16258" align="aligncenter" width="1078"] Yasa Pramitha Singgih, seorang miliarder yang berhasil meraih kesuksesan sejak usia 20an[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Kalimat itulah yang tergambar dalam perjuangan seorang Yasa Pramitha Singgih, seorang miliarder yang telah meraih kesuksesan semenjak usia 20 tahun. Owner dari bisnis fashion pria bernama Men's Republic ini tidak selalu mulus dalam perjalanan karirnya.

"Awal dulu saya mulai terjun ke dunia bisnis sejak duduk di bangku SMA. Waktu itu pernah nyoba bisnis kaos, lampu hias, sampai buka kafe. Tapi semua bisnis saya itu terhentikan karena merugi," ungkap Yasa, panggilan akrabnya saat mengisi acara motivasi bisnis di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Dari sanalah, ia belajar dalam menjalankan bisnis memang harus fokus. Setelah lulus dari SMA, dirinya melihat peluang bisnis yang menjanjikan dari usahanya berjualan kaos. Lantas ia pun membuka bisnis baru yang berfokus berjualan produk fashion pria. Bisnis ini yang kemudian diberi nama Men’s Republic.

“Banyak orang yang melihat orang lain sukses bukan dari prosesnya, kebanyakan orang lain hanya melihat luarnya saja tapi gak liat berdarah-darahnya gimana” ujarnya.

Menurutnya, dirinya terus menikmati semua proses usahanya yang sudah dimulai dari usia 15 tahun hingga akhirnya ia menjadi miliarder pada usia 20 tahun, dan masuk dalam daftar 30 Entrepreneur Muda Usia di Bawah 30 Tahun Asia yang memberi warna baru di bidang e-commerce dan retail.

“Tentunya attitude baik harus dipunyai setiap calon pengusaha, karena banyak yang ingin memulai berbisnis tetapi tidak memiliki attitude yang baik," kata Yasa.

Kendati demikian, Yasa ingin menginspirasi kaum muda mudi saat ini agar mampu bergerak cepat, tanpa perlu menunda kesuksesannya hanya karena ingin menikmati masa remaja saja. Yasa juga ingin membuktikan bahwa ia bisa melakukannya dengan usaha yang ia rintis sendiri.

“Jadi karena kita masih muda, kita punya tenaga dan kreatifitas yang lebih tapi kita tidak punya banyak resiko untuk itu gagal lah sekarang, karena lebih cepat gagal lebih cepat memulai kembali” tutup Yasa. (DEWID)

Posting Komentar

0 Komentar