Januari 2020, Jatim Lagi-lagi Alami Inflasi Sebesar 0,50 Persen

[caption id="attachment_16072" align="aligncenter" width="739"] Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Nardiwan saat jumpa pers di Gedung BPS[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Inflasi yang dialami Jawa Timur pada bulan Januari 2020 meningkat sebesar 0,50 persen, yaitu dari 103,20 pada bulan Desember 2019 menjadi 103,72 pada bulan Januari 2020. Dalam bulan Januari lalu inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

"Kelompok pengeluaran tersebut, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,57 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,03 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Nardiwan saat jumpa pers di Gedung BPS, Selasa (4/2/2020).

Dadang mengungkapkan, selain kelompok tersebut masih ada kelompok kesehatan sebesar 0,50 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,17 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,76 persen.

Menurutnya, komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2020, antara lain cabai rawit, tukang bukan mandor, cabai merah, kontrak rumah, mobil, bawang putih, ikan mujair, sewa rumah, dompet dan rokok kretek. "Bulan lalu dari sebelas kelompok pengeluaran, tujuh kelompok memberikan andil inflasi," ujarnya.

Selain pendorong inflasi, ada juga kelompok yang menghambat inflasi (deflasi) di Januari 2020. Kelompok tersebut, yakni  pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen, kelompok transportasi sebesar 0,93 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen, dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,05 persen.

Sementara itu, penghitungan angka inflasi di delapan kota Jawa Timur selama Januari 2020, seluruhnya mengalami inflasi. "Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep yaitu mencapai 0,84 persen, diikuti Surabaya dan Kediri sebesar 0,52 persen, Banyuwangi sebesar 0,51 persen, Malang sebesar 0,41 persen, Probolinggo sebesar 0,40 persen, Jember sebesar 0,38 persen, dan Madiun sebesar 0,35 persen," kata Dadang.

Kendati demikian, jika dibandingkan tingkat inflasi year on year (Januari 2019 dan Januari 2020) di delapan kota IHK Jawa Timur, Jember merupakan kota dengan inflasi year on yeartertinggi yaitu sebesar 2,43 persen. "Sedangkan kota yang mengalami inflasi year on year terendah adalah Malang sebesar 1,15 persen," tutup Dadang.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar