Impor Garam Tahun Ini Bakal Naik Hingga 2,9 Juta Ton



[caption id="attachment_16044" align="aligncenter" width="739"] Ilustrasi. FOTO: Kkp.go.id[/caption]

SEMARANG-SUREPLUS: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mencatat kebutuhan impor garam pada tahun 2020 ini diperkirakan sebesar 2,9 juta ton. Angka ini naik 300.000 ton dibanding kebutuhan impor garam di tahun 2019 lalu yang sebanyak 2,6 juta ton.





Plt Dirjen Pengolalaan Ruang Laut KKP Haryo Hanggono mengatakan, kenaikan impor garam ini karena garam dalam negeri belum bisa digunakan untuk industri karena kurangnya kandungan Natrium klorida (NaCL).


"Untuk garam industri minimal punya kandungan NaCL 97 persen. Namun, kandungan NaCL garam dalam negeri masih di bawah itu," katanya  di sela sosialisasi nasional program pengembangan usaha garam rakyat di Semarang, Kamis (30/01/2020) malam.


Haryo menjelaskan, impor garam tahun ini untuk memenuhi kebutuhan bagi empat sektor industri, meliputi industri farmasi, Chlor Alkali Plant (CAP), pertambangan, dan aneka pangan. Sedangkan, untuk mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat mencapai 1,1 juta ton dan masih bisa dipenuhi dari stok garam rakyat.


"Menurut kami serapan itu kurang, karena target pemerintah serapan garam rakyat mencapai 1,5 juta ton," kata Haryo.


Maka dari itu, guna menekan angka impor garam, kualitas garam dalam negeri harus ditingkatkan. "Untuk menekan impor Pemerintah akan menyediakan air tua, atau lapisan air paling atas yang memiliki NaCL tinggi untuk para petani. Jadi petani tidak perlu lagi mengambil air laut yang memiliki NaCL rendah," jelas Haryo.


Selain menyediakan air tua, washing plant atau proses pencucian diperlukan untuk membuat garam industri. Terkait washing plant, pihaknya akan menggordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah pusat sebelum memberikan fasilitas tersebut ke para petani.


Perbaikan akses jalan untuk petani juga perlu dilakukan guna memangkas biaya angkut. Dikatakannya, pemerintah telah menyediakan 27 gudang garam di seluruh Indonesia.


Dari jumlah itu, ada 24 gudang di antaranya punya daya tampung 2.000 ton garam. Sisanya tiga gudang lagi kapasitasnya 1.000 ton.


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro mengatakan, ada sembilan gudang garam yang tersebar di Jawa Tengah. Tersebar di wilayah Pati, Rembang, Brebes, Demak, dan Jepara.


"Kapasitasnya rata-rata 1.000 ton-2.000 ton. Untuk kapasitas 1.000 ton di Brebes dan Rembang. Yang lain dibangun kementerian kapasitas 2.000 ton," ucap Fendiawan.[rls/DM]


Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar