Impor Bawang Putih Cina Melemah, Harga di Pasar Merangkak Naik

[caption id="attachment_16109" align="aligncenter" width="739"] Pasar tradisional Wonokromo dan Pakis yang harga bawang putihnya mengalami kenaikan karena melemahnya impor Cina.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Harga bawang putih mengalami peningkatan di pasar tradisional kawasan Surabaya. Kenaikan ini diketahui telah berlangsung sejak awal tahun hingga hari ini. Seperti yang terjadi di Pasar Pabean, pasar Pakis dan pasar Wonokromo. Harga bawang putih kini mencapai Rp 65 ribu per kilogram.

Hal ini lantas membuat para pedagang khawatir. Salah satu pedagang pasar Pakis bernama Andri mengakui bahwa penurunan impor dari negara Cina membuat naiknya harga. ”Para pembeli biasanya cuma beli setengah kilogram. Itu pun dengan pakai nawar juga,” ungkap Andri, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di pasar Pakis, Jumat (7/2/2020).

Andri mengungkapkan, kenaikan harga bawang putih mulai terjadi pada pertengahan Januari, dengan harga Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya. Saat ini, harg 1 kilogram bawang putih telah mencapai angka Rp 65 ribu.

"Sekarang juga distributor membatasi pembelian pedagang. Kalau beberapa waktu lalu, sekali beli bisa sampai 18 karung dengan total harga Rp 9 juta. Sekarang paling banyak hanya bisa membeli 5 karung dengan harga Rp 5 juta. Jauh sekali perbandingannya,” ujarnya.

Selain Andri, seorang pedagang lain bernama Erna juga menyatakan keresahan yang sama. Ia memperkirakan kenaikan bawang putih akan berlangsung hingga Juni. "Paling cepat saja mungkin bulan Juni. Yah kalau lihat kondisi di negara Cina juga sedang kesulitan. Semoga saja cepat selesai masalah virus itu," kata Erna.

Seperti yang diketahui, aktivitas impor dari Tiongkok ke Pelabuhan Tanjung Perak kali terakhir berlangsung pada Desember 2019. Sampai sekarang belum ada pengiriman bawang putih lagi.

Kendati demikian, Kabid Distribusi Dinas Perdagangan Surabaya Trio Wahyu Bowo menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan harga bawang putih kembali normal. "Kami hanya bisa memperpanjang operasi pasar pada setiap kecamatan di Surabaya," pungkas Wahyu.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar