Empat Anak Tunarungu dan Tunawicara Berlatih Barista di Surabaya

[caption id="attachment_16220" align="aligncenter" width="730"] Penyandang tunarungu dan tunawicara binaan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara Pasuruan belajar menyeduh kopi saat mengikuti pelatihan dasar barista di Kroesel House Of Coffee, Surabaya.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Sebanyak empat anak tuna rungu dan wicara yang dibina oleh Pemerintah Provinsi Jawan Timur terlihat bersemangat dalam mengikuti pelatihan dasar  barista.

Anak-anak tersebut bernama Aitunani Dwi Purnama sari asli Jember, Astri Mandasari asal Jember, Fajar Ramdhani asal Blitar dan Syamsul Hadi asli Malang yang merupakan siswa UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara, Pasuruan.

“Latihan ini merupakan kegiatan pertama kali dan menjadi bagian dari uji coba ujian praktik lapangan,” ungkap Sugiyono, Kepala UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara Pasuruan saat di sela-sela acara pelatihan, Senin (17/2/2020).

Sugiyono mengungkapkan, para penyandang tunarungu dan tunawicara tersebut mengikuti pelatihan dasar menjadi barista di Kroesel House of Coffee, Surabaya. Pelatihan tersebut merupakan kegiatan yang pertama kali digelar, tujuannya adalah meningkatnya skill masing-masing anak.

Sementara itu, Owner Kroesel House of Coffee Dirganto menyatakan pada pelatihan dasar menjadi barista para anak disabilitas ini, diajak untuk mengenal jenis kopi robusta dan arabica.

“Arabica dan robusta dipilih, karena punya rasa dengan karakter berbeda, arabica memiliki citarasa asam dan sedikit komplek. Sedangkan robusta cenderung flat, pahit dan wangi,” ujarnya.

Mereka juga dikenalkan dengan prosedur mencicip kopi, dan dilanjutkan dengan pengenalan jenis baru metode menyeduh kopi dengan mesin espresso.

Ia menjelaskan, pelatihan dasar menjadi barista dapat menjadi pengetahuan dasar para anak disabilitas untuk mengembangkan kemampuannya dalam berkontribusi di lingkungan masyarakat yang lebih luas. Rencananya, tahun ini akan dibangun coffee shop bagi anak disabilitas untuk berkarya.

“Rencananya akan dibikin kafe bagi anak disabilitas, dengan mengenalkan mereka kepada masyarakat sebagai media untuk belajar bersama bahasa insyarat,” tutup Dirganto.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar