DPRD Surabaya Harap Piala Dunia Mampu Dorong Laju UMKM

[caption id="attachment_16143" align="aligncenter" width="738"] Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Lutfiyah yang mengharapkan terdorongnya laju umkm dan pkl saat piala dunia u20 tahun 2021 mendatang[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Komisi B DPRD Kota Surabaya berharap euforia piala dunia U20 di tahun 2021 mendatang dapat mendorong laju UMKM warga Surabaya. Hal tersebut, lantaran Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi salah satu venue utama sehingga akan banyak suporter pendukung yang akan berdatangan ke Kota Pahlawan.

Ketua Komisi B, Lutfiyah menyatakan bahwa Komisi B mendorong Pemkot Surabaya agar mengutamakan Pedagang Kaki Lima (PKL), serta pelaku UKM agar bisa diberikan lahan seperti spot penjualan di sekitar Stadion GBT selama event piala dunia U20 berlangsung.

“Event piala dunia U20 ini merupakan kesempatan langka buat perekonomian UMKM Kota Surabaya. Untuk itu, harus membuka pintu selebar mungkin untuk UMKM dan PKL," ungkap Lutfiyah, saat sesi wawancara di gedung DPRD kota Surabaya, Selasa (11/2/2020).

Lutfiyah mengungkapkan, PKL dan UKM bisa berjualan di sekitar Stadion GBT saat piala dunia berlangsung. Menurutnya, hal ini bisa mengangkat produk asli Suroboyo ke tingkat internasional. “Pokoknya pengemasan harus menarik dan modern, karena yang pasti pembelinya ada juga orang dari luar negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat 10 ribu lebih PKL di kota Surabaya. Karena itulah, dewan mengupayakan Pemkot Surabaya segera mengoptimalkan lokasi agar bisa PKL dan pelaku UKM bisa berjualan di stadion. "Selama itu tidak mengganggu akses jalan tamu-tamu dari luar negeri," kata Lutfiyah.

Selain itu, produk UKM khas Surabaya seperti souvenir harus dipajang di setiap lapak atau stand, supaya diminati tamu asing saat melihat pertandingan piala dunia U20 di GBT. “Jika perlu souvenirnya ditulis Surabaya-Indonesia, jadi bisa dikenal di seantero dunia. Semoga bisa dipersiapkan mulai sekarang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, saat transaksi penjualan di stand UKM saat piala dunia U20, tentunya pembeli orang asing butuh pemandu untuk translator bahasa. Hal ini, tentunya akan banyak butuh pemandu bahasa di sekitar stadion GBT.

Kendati demikian, selain stand penjualan PKL disekitar stadion GBT perlu adanya money changer agar orang asing tidak bingung saat transaksi pembelian. Pemkot bisa kerjasama dengan Bank Indonesia atau money changer lainnya.

“Mumpung pelaksanaannya masih satu tahun lagi, Pemkot Surabaya harus mempersiapkan space area untuk para pedagang di sekitar stadion GBT,” tutup Lutfiyah.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar