Dosen Kampus Teknologi Kembangkan Produktivitas Organisasi di PT PLN




[caption id="attachment_16060" align="aligncenter" width="1024"] Ahmad Rusdiansyah (dua dari kanan) bersama Tim ITS dalam mengembangkan model SIM Produktivitas untuk PT PLN.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Beberapa dosen dari Departemen Teknik Sistem Industri dan Departemen Manajemen Bisnis, kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) telah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Produktivitas, untuk memaksimalkan efektivitas PT PLN (Persero) perihal produktivitas perusahaan.




Ahmad Rusdiansyah, dosen departemen Teknik Sistem dan Industri ITS yang merupakan koordinator menyatakan, dengan survei dan studi literatur yang mendalam tentang empat kategori bisnis di PT PLN yakni pembangkitan, transmisi, distribusi dan pembangunan, tim tersebut berhasil mengembangkan Sistem Informasi berbasis Teknologi Cloud.

"Sistem Informasi ini mengubah Model Pengukuran Produktivitas Terintegrasi yang dikembangkan secara kolaboratif oleh tim ITS dan Divisi Human Capital Management System (HCMS) PT PLN sejak tahun 2014. Model ini merupakan aplikasi dari ilmu Operations Research and Management Strategic," ungkap Ahmad, saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id di kampus ITS, Senin (3/2/2020).

Ahmad mengungkapkan, model tersebut berbeda dengan model pengukuran produktivitas yang selama ini diterapkan di PT PLN. Model satu ini dikembangkan ini menggunakan multi-output dan multi-input untuk menggantikan single-output dan single-input yang selama ini menjadi referensi PT PLN.

“Untuk membandingkan produktivitas di unit-unit PT PLN di seluruh Indonesia dengan berbagai keragamannya, membutuhkan model produktivitas yang robust, memperhatikan berbagai aspek teknis, keuangan dan SDM yang kompleks,” ujarnya.

Menurutnya, kontribusi lain dari model baru ini adalah memperhatikan aspek kesetaraan dan keadilan. Ia menjelaskan, selama ini pengukuran produktivitas tidak memperhatikan perbedaan tingkat kesulitan geografis dan sosial demografis antara unit-unit yang di Pulau Jawa dan unit yang berada di pelosok Provinsi Papua misalnya.

Sementara itu, anggota tim lain bernama Nugroho Priyo Negoro yang merupakan dosen Manajemen Bisnis ITS menuturkan, bahwa pihaknya melibatkan banyak mahasiswa untuk mengumpulkan data dan fakta dari berbagai daerah di Indonesia mulai daerah perbatasan di NTT, di pelosok daerah di Kalimantan Tengah hingga unit di pusat kota Jakarta.

"Selain itu kami menjalankan berbagai Focussed Group Discussion (FGD) secara iteratif. Tujuannya adalah untuk menangkap sebanyak-banyaknya semua faktor lingkungan yang mempengaruhi produktivitas dari berbagai variasi unit PT PLN di seluruh Indonesia," kata Nugroho.

Kendati demikian, untuk memperkuat kualitas model, tim gabungan ITS dan PLN juga melakukan benchmarking di perusahaan jasa kelistrikan di dua negara Asia. “Kami tidak hanya belajar dari mereka, tetapi mereka juga tertarik dengan model yang dikembangkan oleh pihak Indonesia,” tutup Nugroho.[DEWID/DM]





Posting Komentar

0 Komentar