BMKG Akan Pastikan Potensi Gempa di Surabaya dengan Mikrozonasi



[caption id="attachment_16283" align="aligncenter" width="612"] Ilustrasi[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan melaksanakan mikrozonasi untuk mendeteksi potensi gempa bumi di Kota Surabaya. Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Bambang Setyo Prayitno mengatakan pemetaan tersebut akan dimulai pada bulan April 2020 mendatang.

"Untuk saat ini kami fokus dulu pemetaan di Medan dan Serang, setelah itu Surabaya. Kami akan melakukan survei, mengukur dan mengklasifikasikan jenis tanahnya seperti apa," ungkap Bambang, saat sesi wawancara dengan wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Bambang mengungkapkan, selain di tiga kota tersebut BMKG juga akan melakukan mikrozonasi gempa bumi di calon ibu kota negara. Ia berdalih bahwa Indonesia merupakan wilayah yang  rawan gempa bumi, sehingga pihaknya berupaya untuk melakukan mitigasi dengan melakukan mikrozonasi.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu risau karena dengan mikrozonasi dan pemasangan dua alat akselorograf tambahan. Masyarakat dapat mengetahui tingkat guncangan gempa dan sejauh mana dampak gempa bumi tersebut.

"Mikrozonasi ini bisa memberikan informasi zona-zona yang mempunyai potensi berdampak dan zona relatif aman akibat ancaman bahaya gempa bumi yang disajikan dalam bentuk informasi spasial dengan skala mikro atau kecil," ujarnya.

Disamping itu mikrozonasi juga bisa mendukung implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dalam rangka pembangunan infrastruktur berbasis mitigasi.

Kendati demikian, hal terakhir yakni sebagai acuan untuk penyempurnaan standar bangunan tahan gempa. Proses pemetaan untuk mikrozonasi ini lanjut Bambang membutuhkan waktu 3-4 bulan. "Kami pilih kota-kota besar, karena infrastrukturnya banyak, selain itu penduduknya juga cukup padat," tutup Bambang.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar