BFI Finance Kembali Dongkrak Upaya Peningkatan Nasabah Perempuan







[caption id="attachment_16270" align="aligncenter" width="680"] PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) meluncurkan program BFI Srikandi yang merupakan program pembiayaan dan pelayanan keuangan inklusif bagi perempuan. FOTO: ISTIMEWA[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: PT BFI Finance Indonesia Tbk wilayah Surabaya 3 kembali menggelar BFI Srikandi untuk mendongkrak naiknya jumlah nasabah wanita. Acara ini berlangsung dengan dilakukan dengan menggelar senam bersama di kampung RW 10 Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.

"Kami mendapatkan respon positif semenjak BFI Srikandi diluncurkan Februari tahun 2019 lalu," ungkap Branch Manager PT BFI Finance Indonesia Tbk Area Surabaya 3, Mutiara Timur saat diwawancarai reporter Sureplus.id di sela acara.

Mutiara mengungkapkan, salah satu respon positifnya yakni jumlah nasabah yang sebelumnya mayoritas adalah laki-laki, kini sudah seimbang dengan jumlah sekitar fifty-fifty (50-50) antara laki-laki dan perempuan.

Menurutnya, sebelum ini nasabah laki-laki lebih banyak karena mereka merupaka karyawan atau pekerja atau pengusaha yang memegang kendali keuangan. Selanjutnya dengan adanya program BFI Srikandi, kelihatan bila kendali keuangan, terutama yang produktif, juga banyak dari kalangan perempuan.

"Dan mulai awal tahun 2020 ini, para ibu yang datang mengajukan pembiayaan semakin besar. Terutama di wilayah Surabaya 3 ini yang usut punya usut mereka sedang menyiapkan modal untuk usaha menjelang bulan puasa dan Lebaran pada April-Mei nanti," ujarnya.

Disamping itu, bulan Januari hingga Februari ini telah ada kebutuhan untuk pendaftaran sekolah, terutama sekolah-sekolah swasta favorit yang umumnya mewajibkan membayar uang pendaftaran dan gedung.

"Itu yang tampak di wilayah kerja kami di Kecamatan Tambaksari, Semampir, Kenjeran, Simokerto, Mulyosari dan sekitarnya," kata Mutiara.

Ia menjelaskan, pendapatan BFI mengalami kenaikan signifikan. Hal ini, lantaran adanya peningkatan target penyaluran yang juga meningkat. Dari aset pihaknya tumbuh sebanyak 25 persen dari tahun 2018 ke 2019. Di tahun 2020 ini, pihaknya ditarget tumbuh 10 persen.

"Memang saat ini ada keluhan ekonomi melambat ya. Tapi penyaluran kami karena membidik sektor kecil - menengah, kami optimis target bisa terlampaui," ungkap Mutiara.

Kendati memiliki area kerja di daerah Kota Surabaya yang dianggap "merah", Mutiara mengklaim para nasabahnya malah semakin positif. Nasabah dari sektor usaha masih mayoritas kemudian diikuti nasabah karyawan swasta dan ASN-TNI Polri.

"Dunia usai di kawasan ini cukup tumbuh, misalnya pasar-pasar tingkat kelurahan, kecamatan, warung makan, depot dan lainnya. Terbukti NPL kami dibawah 1, sekitar 0, sekian," tutup Mutiara.[DEWID/DM]




Posting Komentar

0 Komentar