Bangun Smart Factory, Kampus Surabaya Adakan Talkshow Motivatif

[caption id="attachment_16286" align="aligncenter" width="1024"] Ariyanti Aulia, narasumber pertama INTSHOW, ketika menyampaikan materi seputar instrumentasi dan sistem kontrol di Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Revolusi industri 4.0 menuntut masyarakat berkeahlian instrumentasi dan kontrol sistem untuk beradaptasi. Hal tersebut diutarakan oleh Ardiyanti Aulia, Technical Trainee di PT Yokogawa Indonesia, peserta Instrumentation Talkshow (INTSHOW) saat memberikan wawasan tentang beberapa langkah dasar menghadapi tantangan tersebut.

Dalam kegiatan yang dihelat oleh Departemen Teknik Instrumentasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut, Ardiyanti menjelaskan sebuah industri dapat dikategorikan sebagai Smart Factory, apabila industri tersebut telah melewati tiga tahapan.

“Tiga tahapan tersebut sering disebut juga sebagai piramida otomasi,” ungkap Ardiyanti, saat mengisi materi di Instumentation Talkshow di Kampus ITS, Selasa (25/2/2020).

Ardiyanti mengungkapkan, tahapan awal pada piramida otomasi tersebut adalah penggunaan instrumen yang tepat dalam menjalankan industrinya. Kemudian, untuk mencapai tahapan kedua industri tersebut harus mampu berjalan dengan normal.

"Standar normalnya, yakni  industri tersebut harus mampu mempertahankan posisi, tak harus selalu meningkat, namun juga tidak mengalami penurunan yang signifikan," ujarnya.

Tahapan ketiga, merupakan level dimana industri tak hanya menggunakan instrumen yang sesuai, namun segala proses yang internalnya dapat berjalan dengan cepat. Disamping itu, pada tahapan ini, industri juga harus mampu merumuskan solusi tanpa menunggu sesuatu yang buruk terjadi.

“Tahapan yang harus dicapai untuk menghadapi persoalan hilangnya pekerjaan ialah pada level ketiga tersebut, baik industri maupun masyarakat yang akan menjajaki industri tersebut,” kata Ardiyanti.

Ia menjelaskan, mengenai otomasi industri saat ini yang diharapkan investor bukan lagi sekadar mampu menggerakkan roda keberjalanan industri secara normal. Dengan otomasi yang berjalan baik, Smart Factory diharapkan tercipta dengan tata kelola yang serba cepat dengan tingkat efisiensi yang tinggi.

“Sehingga mampu memenuhi lima indikator penting dalam dunia industri yaitu fast, entertaining, personal, seamless, dan transparent,” tuturnya.

Kendati demikian, dirinya mengimbau agar tidak perlu merasa cemas soal perannya yang akan tergantikan. Hal tersebut, lantatan di samping akan tergantikannya beberapa pelaku kerja, beberapa lapangan pekerjaan yang baru akan ramai bermunculan. Melalui video, ia bagikan tips guna mempertahankan posisi dari robot pesaing.

“Sehingga agar tidak tergerus oleh pergeseran ini, kita harus mau mempelajari hal baru, dan meningkatkan komunikasi interpersonal,” tutup Ardiyanti.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar