Hore, Ada Program Rumah Pengganti Untuk Konsumen Perumahan Green Citayam City Yang Tergusur

Ilustrasi

JAKARTA-SUREPLUS: PT Tjitajam kian gencar melakukan sosialisasi rencana eksekusi pengosongan dan penyerahan perumahan ilegal Green Citayam City dan solusi bagi konsumen yang menjadi korban penipuan pengembang bermasalah.

Kabar gembira bagi konsumen perumahan ilegal Green Citayam City di di Desa Ragajaya, Citayam, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang akan segera dilakukan eksekusi pengosongan. Konsumen yang kehilangan rumah berpeluang mendapatkan rumah pengganti dengan fasilitas keringanan dan skema khusus.

Sementara Pengadilan Negeri Cibinong kemudian akan menyerahkan lahan yang sudah dikosongkan kepada PT Tjitajam Direktur Rotendi, Komisaris Jahja Komar Hidajat dengan Pemegang Saham: PT Suryamega Cakrawala 2.250 Lembar Saham dan Jahja Komar Hidajat 250 Lembar Saham sebagai pihak yang dimenangkan dalam perkara.

PT Tjitajam sebagai pemilik sah aset tanah di lokasi perumahan sudah menyiapkan rumah penggganti di perumahan yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi sengketa. Penghuni Green Citayam City bisa membeli rumah pengganti itu dengan potongan harga signifikan.

Reynold Thonak, kuasa hukum PT Tjitajam, menandaskan bahwa rumah pengganti itu punya izin lengkap seperti Site Plan,IMB, Pecahan Sertipikat dll, bukan di lokasi sengketa, alias dijamin tak bermasalah. Setelah syarat terpenuhi, pembeli bisa segera mengurus Akta Jual Beli dan selanjutnya pemecahan sertifikat.

“Rumah itu ditawarkan dengan diskon besar sesuai perhitungan  kerugian konsumen selama tertipu pengembang Green Citayam City,” kata Reynold.

Konsumen yang berminat bisa menanyakan syarat dan ketentuannya lebih rinci. Secara umum, kata Reynold, syarat wajibnya adalah harus-benar konsumen korban Green Citayam City. Dia mengatakan, pihaknya tidak menginginkan fasilitas rumah pengganti itu dimanfaatkan orang-orang yang mau mengeruk keuntungan di atas penderitaan orang lain.

Target prioritas program rumah pengganti itu adalah konsumen Green Citayam City yang menggunakan fasilitas perbankan. Sejauh ini tercatat sekitar 633 konsumen yang mengambil kredit bank. Konsumen seperti ini lebih mudah membuktikan legalitas dan kerugian berupa uang yang sudah dikeluarkannya selama ini.

Reynold berharap pihak Bank Tabungan Negara yang memberikan fasilitas kredit bisa mempermudah proses konsumen yang akan mengambil rumah pengganti dengan skema pengalihan kredit.

“BTN seharusnya bijak menyikapi opsi itu. Hitung-hitung untuk membayar kesalahan dulu sudah ceroboh tidak melaksanakan prinsip prudent mau digandeng pengembang bermasalah, Bank Plat merah tersebut sudah mengucurkan kredit sebesar  kurang lebih Rp 63.116.441.982 ( Enam puluh tiga milyar seratus enam belas juta empat ratus empat puluh satu ribu sembilan ratus delapan puluh dua rupiah) untuk 633 konsumen/debitur ” kata Reynold.

Dalam permasalahan perumahan Green Citayam City ini, Bank BTN  dalam pembiayaan KPR tidak menerapkan prosedur Hak Tanggungan sebagai suatu jaminan kredit terhadap objek tanah dan bangunan, ini uang negara dihambur-hamburkan dan dapat dikatakan ini  adalah kredit fiktif yang merupakan cara lain untuk melakukan pembobolan bank.

Adapun bagi konsumen yang membeli rumah tanpa menggunakan fasilitas perbankan, pengajuannya akan dikaji lebih teliti dan seksama. Ini untuk mengantisipasi adanya oknum yang menyalahgunakan fasilitas rumah pengganti tersebut.

Reynold juga meminta kepada konsumen yang akan mengambil rumah pengganti untuk melaporkan pihak-pihak yang selama ini telah menipu dan menimbulkan kerugian ke pihak yang berwajib. Langkah itu penting untuk memperjelas siapa-siapa yang bersalah, dan memudahkan pihak berwajib menelusuri aliran dana bermasalah tersebut.

Dia melanjutkan, inisiatif untuk mencarikan solusi bagi konsumen yang rumahnya akan tereksekusi itu berdasarkan pertimbangan kemanusiaan dan solidaritas sebagai sama-sama korban. Dalam perkara ini, konsumen menjadi korban penipuan, sementara PT Tjitajam menjadi korban pembajakan perusahaan dan penyerobotan aset oleh sekelompok orang.

Program rumah pengganti itu akan terus diinformasikan dalam sosialisasi rencana Eksekusi Pengosongan oleh pengadilan terhadap perumahan ilegal Green Citayam City. “Semoga bisa menjadi solusi dan angin segar bagi konsumen yang terus-terusan ditipu dan dimanipulasi oleh pengembang,” kata Reynold.[lana/DM]

Editor; Dony Maulana