Gubernur Jawa Timur Minta Kades Kurangi Angka Kemiskinan dengan Dana Desa

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara Percepatan Penyaluran dan Pengelola Dana Desa di Jatim Expo Intenational di Surabaya.

SURABAYA-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh kepala desa agar memaksimalkan dana desa demi mengurangi angka kemiskinan. Wilayah Jatim sendiri tingkat kemiskinan desa-nya pada bulan September 2019, mencapai 14,16 persen dan kota 6,77 persen.

“Jadi saya minta untuk setiap kepala desa bisa memanfaatkan dana desa untuk meminimalisir jumlah kemiskinan di desanya masing-masing,” ungkap Khofifah, saat  memberikan sambutan dalam acara Percepatan Penyaluran dan Pengelola Dana Desa di Jatim Expo Intenational di Surabaya, Rabu (26/2/2020).

Khofifah mengungkapkan, terdapat beberapa program prioritas disamping penggunaan dana desa di Jatim. Di antaranya, yakni pencegahan stunting, penanganan desa tertinggal, pemenuhan sanitasi dan jamban keluarga, kegiatan pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi (BumDes, Desa Wisata, Produk Unggulan Desa, Pasar Desa), dan padat karya tunai desa.

“Karena itulah kami mengimbau untuk kepala desa, khususnya kepada para penerima program dana desa di tahap pertama tahun ini. Ini sesuai surat Gubernur Jatim No 411.2/2004/112.2/2019,” ujarnya. Khofifah.

Menurutnya, angka kemiskinan di Jatim dapat turun bila perkonomian masyarakat meningkat. Ia menjelaskan peningkatkan ekonomi, dilakukan dengan cara salah satu caranya yakni kegiatan padat karya tunai desa yang dinilai sangat membantu dalam ketahanan ekonomi desa.

“Nah disana kan ada perputaran uang dan daya beli yang mengalami kenaikan, karena ada pekerjaan. Tenaga kerjanya diprioritaskan pada kelompok miskin, dan penganggur. Sehingga semua masyarakat yang di desa itu kemudian menjadi dinamis,” kata Khofifah.

Kendati demikian, Khofifah juga meminta kepala desa aktif blusukan ke lingkungan masyarakat. Tujuannya agar mengetahui permasalahan yang dialami masyarakat dan segera mencari solusi.

“Sehingga tahu apa yang harus diperbuat untuk membantu masyarakat. Kalau kita sering turun, dana desa bisa dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat,” tutup Khofifah.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana