Menhub Pastikan Jalur Kereta Cepat Capai Surabaya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan melewati wilayah Surabaya melalui jalur selatan

SURABAYA-SUREPLUS: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan dalam jangka panjang, jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan mencapai wilayah Surabaya melalui jalur selatan, agar dapat mengakomodasi kebutuhan transportasi penduduk di Jawa bagian selatan.

“Kalau proyek ini (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) sukses, maka sesuai rencana awal akan bisa berlanjut sampai Surabaya melalui jalur selatan Pulau Jawa,” ungkap Budi, saat meninjau kemajuan pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung di Rancaekek, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020).

Budi mengungkapkan, pemerintah berkeinginan untuk mengakomodasi alternatif transportasi darat bagi masyarakat di Jawa bagian selatan seperti Garut, Tasikmalaya, Purwokerto, Yogyakarta, hingga Solo.

Menurutnya, terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pemerintah tetap peduli adanya alih teknologi dari China ke Indonesia, sehingga Indonesia juga bisa mengoperasikan kereta api cepat berteknologi tinggi itu.

“Saya tadi memeriksa kalau transfer teknologi telah dilakukan dan berjalan baik. Itu yang memang Pemerintah Indonesia harapkan,” ujarnya.

Ia mengatakan soal adanya ratusan pekerja China yang mengerjakan proyek itu dan saat ini masih berada di China, hal itu tidak menghambat target penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk selesai di akhir 2021.

“Tenaga kerja asal Indonesia masih bisa dan banyak yang mampu mengerjakan proyek tersebut. Jadi, tidak ada kendala yang berarti dan saat ini progres sudah mencapai 44 persen,” kata Budi.

Berdasarkan informasi KCIC, hingga saat ini progres proyek mencapai 43,45 persen dan tengah dikerjakan pembangunan 13 terowongan. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 99,96 persen.

Kendati demikian, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan memiliki panjang 142,3 kilometer dengan empat stasiun pemberhentian yakni Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar. “Dari jalur itu, sebanyak 80 kilometer dibangun secara melayang. Sedangkan untuk sisanya dikerjakan di atas tanah yang beberapa di antaranya melewati terowongan yang menembus bukit,” tutup Budi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana