Dampak Virus Corona, Harga Buah Impor dari China Melambung Tinggi

Suasana pasar buah Tanjung Sari saat pagi hari.

SURABAYA-SUREPLUS: Virus corona yang terjadi di China, kini berdampak pada harga di pasar buah Surabaya. Pasalnya, Indonesia telah menetapkan pengetatan sejumlah produk yang di impor dari negara China. Salah satunya yang terjadi di Pasar Buah Tanjung Sari, yang rata-rata buah impor-nya mengalami lonjakan harga yang tinggi karena stok yang menipis.

“Kenaikan ini juga karena persediaan saya sebagai penjual juga sudah tinggal sedikit. Memang kan awalnya karena pengetatan impor itu,” ungkap Wati, salah satu pedagang buah, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di Pasar Buah Tanjung Sari, Sabtu (22/2/2020).

Wati mengungkapkan, harga saat ini sudah sangat berbeda. Contohnya buah pir per kilogram yang diimpor dari China, seperti pir Yalie dipatok sebanyak Rp 15.500; pir Packham Rp 32.750; pir Sheet Par Rp 27.500; pir Cau Sau Lie Rp 14.900; dan pir Xiang Lie Rp 52.570.

Disamping itu, buah lainnya seperti anggur merah impor yang awalnya satu boks seharga Rp 145 ribu kini menjadi Rp 280 ribu. Sedangkan untuk buah yang lainnya, rata mengalami peningkatan yang mendekati angka 50 persen.

“Seperti apel Fuji awalnya Rp 250 ribu per kotak jadi Rp 340 ribu. Ada lagi jeruk mandarin dari Rp 150 ribu menjadi Rp 230 ribu. Masih banyak buah impor lain yang naik pokoknya,” ujarnya.

Kendati demikian, salah seorang suplier buah di Pasar Tanjung Sari bernama Edi membenarkan kenaikan harga tersebut, lantaran mewabahnya virus corona di China. Ia mengaku dirinya sendiri saat ini sedang mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan.

“Ya kita kan juga harus berhati-hati, apalagi pengetatan dari pemerintah sudah jelas. Resikonya memang ada pada harga yang naik. Jadi kita cuman bisa menunggu saja sampai harga normal kembali,” pungkas Edi. (Dewid)