Pemkot Surabaya Miliki Digital Camp Pertama di Indonesia

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat audiensi bersama Direktur Utama Indosat Ooredo, Ahmad Abdulaziz Al-Neama terkait program pendidikan Digital Camp (IDCamp) luring di rumah dinas wali kota Jalan Sedap Malam Kota Surabaya.

SURABAYA-SUREPLUS: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima Corporate Social Responsibility (CSR), yakni program beasiswa pendidikan dari Indosat Ooredoo. Program pendidikan ini bernama Digital Camp (IDCamp), yang diinisiasikan untuk melahirkan developer atau programmer muda Indonesia yang siap bergelut dunia ekonomi digital. Head of Region East Java & Bali Nusra, PT. Indosat Ooredoo, Soejanto Prasetya menjelaskan, program ini adalah kolaborasi antara Kota Surabaya dengan Indosat Ooredoo.

“Umumnya kita gelar secara online, untuk mengedukasi bagaimana pembelajaran coding, boleh anak SMP-SMA, tapi khusus Kota Surabaya kita adakan secara offline,” ungkap Soejanto, selepas menggelar audiensi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinas, wali kota, Jumat (14/2/2020).

Soejanto mengungkapkan, Kota Surabaya dipilih lantaran banyak anak-anak muda yang berpotensi besar untuk dicetak menjadi seorang developer atau programmer. Maka dari itu, Soejanto yakin bahwa ke depan anak-anak muda Surabaya mampu bersaing di dunia ekonomi digital kreatif.

Menurutnya, di Surabaya sendiri terdapat beberapa universitas terkemuka yang mendukung implementasi program ini. Ditambah lagi, Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia yang mampu menjaga tingkat inflasi.

“Kami ingin Surabaya lebih maju lagi. Apalagi sekarang inflasi terjaga, anak-anak mudanya pun banyak yang berpotensi dan pertama kalinya IDCamp offline ini di Surabaya,” kata Soejanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Infomatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M Fikser menuturkan, pada bulan Maret mendatang akan dilaksanakan MoU antara Pemkot Surabaya bersama Indosat Ooredoo untuk implementasi program tersebut. “Jadi pelatihan IDCamp ini nanti sifatnya ada dua, yakni online dan offline,” ucapnya.

Kendati demikian, untuk menarik minat dan bakat anak-anak Surabaya supaya berpartisipasi dalam program tersebut, pihaknya akan memberikan sosialiasi terlebih dulu ke sekolah-sekolah maupun universitas. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki ijazah, juga bisa mengikuti program IDCamp ini secara online.

“Yang IDCamp online ini terbuka bagi masyarakat umum. Sedangkan IDCamp offline, khusus bagi 100 anak berbakat dan nanti akan mendapat sertifikasi coding untuk bekal dia bekerja,” tutup Fikser.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana