Deteksi Peluang Bisnis Halal Lewat Seminar Nasional

Alrikko Putra selaku Analis Divisi Pengembangan Ekonomi BI Jatim, CEO Zeniora, Siswan Afandi dan Muhammad Suherman, Ketua Chef Halal Indonesia. Saat menghadiri acara Seminar Nasional Sharia Economy Festival 2020 sebagai pembicara utama.

SURABAYA-SUREPLUS: Program Studi (Prodi) Sarjana Ekonomi Syariah STIE Perbanas Surabaya, menggandeng Himpunan Mahasiswa Sarjana Ekonomi Syariah (Hima Eksyar) dalam menghelat Seminar Nasional (semnas) bertajuk “Revolusi Bisnis Startup Syariah dan Industri Halal di Era 4.0”.

Berlokasi di Auditorium Hall A Kampus 1 , acara ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, namun juga oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, meliputi dosen, guru ekonomi, siswa, hingga masyarakat umum.

“Seminar nasional ini merupakan rangkaian event Sharia Economy Festival 2020. Kenapa mengambil tema ini, karena kami mengangkat langkah konkrit menyikapi potensi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia,” ungkap Ketua Pelaksana, Kemal Imaduddin saat sesi wawancara di kampus Perbanas, Jumat (14/2020).

Kemal mengungkapkan, panitia mengundang narasumber yang berkiprah di bisnis ekonomi digital khususnya di bidang syariah. Hal ini, lantaran ekonomi digital sangat berpengaruh besar dalam industri halal Indonesia, seperti sektor makanan halal dan agrikultur, media dan rekreasi, farmasi dan kosmetik, fashion Muslim, pariwisata halal, dan keuangan Islam.

“Kami juga menghadirkan seorang praktisi yang berpacu dalam industri halal, seperti R. Muhammad Suherman, Ketua Chef Halal Indonesia (Tim Kurator UMKM Halal Bank Indonesia & Konsultan Halal,” ujarnya.

Sementara itu, Alrikko Putra dari Bank Indonesia mengatakan bahwa Bank Indonesia juga memastikan akan mensupport program bisnis ekonomi syariah demi perkembangan bisnis halal.

“Dengan memastikan produk bersertifikat halal, para pelaku usaha juga mampu memperkenalkan produk premium,” kata Alrikko.

Kendati demikian, berdasarkan Global Islamic Finance Report 2019, Indonesia meraih peringkat pertama dalam mengembangkan ekonomi syariah. Kondisi tersebut berhasil menggantikan posisi Malaysia sebagai Negara perintis ekonomi syariah.

Di seminar tersebut, juga datang CEO Zeniora, Moch. Siswan Afandi. Pihaknya berfokus pada industri Startup di bidang pendidikan bernama Zeniora Edukasi Tehnologi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana