Grab Majukan UMKM Dengan Lima GrabKitchen di Surabaya

Peluncuran GrabKitchen wilayah Surabaya di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya.

SURABAYA-SUREPLUS: Aplikasi transportasi online, Grab Indonesia telah membangun sebanyak lima GrabKitchen di lima titik Kota Surabaya untuk membantu pembangunan bisnis UMKM di Surabaya. Titik GrabKitchen itu, berada di Kertajaya, Kedungsari, Tenggilis, Darmo Permai, dan Pasar Atom. Kelima GrabKitchen itu disinyalir mampu memudahkan konsumen memesan makanan di lebih dari satu mitra GrabFood di setiap Iokasi.

“GrabKitchen adalah sebuah cloud kitchen yang menyatukan berbagai pilihan makanan dan minuman (F&B) dalam satu Iokasi. GrabKitchen hadir menjawab permintaan pasar yang belum terpenuhi di wilayah-wilayah tertentu lewat pemanfaatan data,” ungkap Head of Marketing GrabFood, Grab Indonesia Hadi Surya Koe di Surabaya, Kamis (12/2/2020).

Hadi mengungkapkan, dengan adanya GrabKitchen ini para mitra GrabFood dapat mengakselerasi pertumbuhan bisnis UMKM di Surabaya, dengan biaya dan risiko yang rendah. Hal ini sekaligus menjadi pengembangan bisnis mereka di wilayah-wilayah baru.

Menurutnya, peresmian GrabKitchen di Surabaya ini menunjukkan prestasi bisnis nyata yang berhasil dicatatkan Grab semenjak tahun 2019, yang mana GrabFood telah menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara.

“Dari data yang kami himpun, tercatat pertumbuhan gross merchandise value (GMV) mencapai 5,2 kali, sementara pengguna aktif meningkat hingga 173 persen. Di lndonesia, GrabFood menjadi platform pesan-antar yang paling sering digunakan. MelaIui GrabKitchen, kami mendorong pertumbuhan bisnis mitra merchant kami,” ujarnya.

GrabKitchen yang mengusung konsep cloud kitchen, akan membantu menekan biaya operasional. Sebab, sebagian besar dari kegiatan cloud kitchen merupakan layanan delivery-only. Sehingga, mitra GrabFood tidak perlu mengeluarkan investasi besar untuk biaya sewa tempat.

“Disamping itu, mitra juga akan mendapat support pemasaran dalam aplikasi GrabFood. Tentunya hal ini merupakan upaya untuk meminimalisir sejumlah kendala ketika berekspansi atau bahkan memulai bisnis,” kata Hadi.

Untuk kota Surabaya, pada tahun 2018 lalu lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi kota ini.  Pembentukan PDRB dari sektor ini mencapai 16,30 persen. Ini menunjukkan bahwa industri makanan dan minuman memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Pah|awan.

“Hadirnya GrabKitchen di Surabaya kami harap menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan perekonomian. Pastinya UMKM merupakan salah satu penggerak perekonomian di tanah air,” tuturnya.

Kendati demikian, demi memenuhi selera pelanggan yang beraneka ragam, GrabKitchen bekerja sama dengan Iebih dari 50 Mitra GrabFood yang kini tergabung dalam Iima GrabKitchen di Surabaya. Di antaranya, 7Seven Chicken Crispy, Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen, dan Ayam Geprek Mr. Suprek.

“Selain itu ada juga Batagor Budi Muli, Bebek Palupi, Burger Gedhe n Roti Jhon, Greenly, Kopi Studio 24, Lazizaa, Mie Baraccung, Mie Setan, Pempek Farina, Uncle W Chinese Food Halal, dan merchant unggulan lokal Surabaya lainnya,” tutup Hadi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana